Tekan Inflasi, Pemkot Banjarmasin Ajak Masyarakat Belanja Bijak

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, saat menyanpaikan sambutan pada sosialisasi belanja bijak, Selasa (13/10/26). (Foto: Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengajak masyarakat menerapkan pola belanja bijak sebagai salah satu upaya menekan inflasi. Masyarakat diimbau memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, serta menghindari perilaku belanja berlebihan yang dipicu diskon maupun promosi.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, dalam sosialisasi belanja bijak yang diikuti puluhan perwakilan organisasi wanita dan mahasiswa di Rumah Kemasan Kota Banjarmasin, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, perilaku konsumtif yang tidak terkendali, terlebih jika dipicu kepanikan atau pembelian berlebihan, dapat memengaruhi pola permintaan masyarakat dan berpotensi memberikan tekanan terhadap harga barang.

“Apalagi misalnya karena diskon, promo, lalu belanja tidak sesuai kebutuhan, yang bisa memengaruhi harga hingga meningkat,” ujar Noorsyahdi.

Ia menegaskan, gerakan belanja bijak bukan bertujuan membatasi daya beli masyarakat. Sebaliknya, gerakan tersebut mendorong masyarakat lebih cermat dalam mengatur pengeluaran dengan mendahulukan kebutuhan yang benar-benar penting.

“Ada event seperti 10.10, 11.11, ini turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Kadang beli karena keinginan, bukan kebutuhan. Ini yang disayangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani yang turut menjadi narasumber, membagikan sejumlah tip berbelanja bijak, terutama dalam mengelola keuangan keluarga.

Ia mengingatkan masyarakat agar mendahulukan kebutuhan pokok dan kewajiban rutin keluarga, termasuk biaya pendidikan anak, sebelum mengalokasikan anggaran untuk keperluan lain yang masih dapat ditunda.

“Apalagi seorang ibu, jangan abaikan kebutuhan pokok, pembayaran rutin untuk anak dan lainnya,” bebernya.

Neli juga menyoroti pentingnya peran ibu rumah tangga dalam mengatur belanja keluarga. Menurutnya, kebutuhan rumah tangga yang cenderung berulang setiap bulan dapat menjadi acuan untuk menyusun anggaran belanja secara lebih terencana.

Ia menyarankan masyarakat tetap dapat menyimpan persediaan bahan pangan, tetapi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan agar tidak terbuang sia-sia.

“Jangan sampai mubazir atau malah nanti tidak layak konsumsi akibat terlalu banyak,” jelasnya.

Diketahui, angka inflasi Kota Banjarmasin saat ini mencapai 4,96 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 4,74 persen.

Selain emas dan bahan bakar minyak, sejumlah komoditas pangan, seperti beras, bawang, telur, serta minyak goreng, juga menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi.

Pemkot terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai langkah, termasuk pelaksanaan pasar murah dan upaya menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

(Ih/Ahmad M)