‎Firman Yusi Minta Pemulihan Korban Karhutla Jadi Prioritas RAPBD 2027

Firman yusi, Anggota Komisi II DPRD Kalsel sekretaris fraksi PKS (Foto hmsdprdkalsel)

‎JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sekretaris fraksi PKS DPRD Kalsel, Firman Yusi, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mendata UMKM, petani, peternak, dan nelayan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Pendataan tersebut diperlukan sebagai dasar penyaluran bantuan agar masyarakat dapat segera memulihkan usaha dan pendapatannya.

‎Anggota komisi II DPRD Kalsel itu menegaskan, pemulihan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemadaman api dan penanganan dampak kesehatan.

‎“Selain memadamkan api dan menangani dampak kesehatan, pemerintah harus membantu masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan agar bisa bangkit kembali,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

‎Menurutnya, karhutla dapat mengganggu produksi, distribusi, dan perdagangan sehingga menurunkan pendapatan masyarakat. Karena itu, OPD perlu memetakan lokasi terdampak, tingkat kerugian, dan kebutuhan bantuan agar program pemerintah tepat sasaran.

‎Ia juga meminta pemulihan ekonomi korban karhutla menjadi prioritas dalam pembahasan RAPBD Kalsel Tahun Anggaran 2027 yang masih berlangsung.

‎“Jangan sampai setelah masa darurat berakhir, masyarakat harus berjuang sendiri memulihkan usahanya. Kebutuhan pascabencana harus diantisipasi melalui program dan anggaran yang terukur,” tegasnya.

‎Bentuk dukungan yang dapat dipertimbangkan meliputi bantuan modal usaha, sarana produksi, pembiayaan terjangkau, pendampingan usaha, dan akses pasar sesuai kewenangan serta kemampuan keuangan daerah.

‎Firman menambahkan, koordinasi antara OPD dan pemerintah kabupaten/kota diperlukan agar pendataan penerima bantuan tidak tumpang tindih dan pelaksanaannya efektif.

‎“Penanganan karhutla harus menyeluruh, mulai dari pemadaman api dan perlindungan kesehatan hingga pemulihan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (YUN)