JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai mendorong perubahan budaya kerja birokrasi, melalui peluncuran program GEBRAK HSS (Gerakan Bersama Cegah Korupsi Hulu Sungai Selatan) yang diresmikan Bupati H. Syafrudin Noor, pada sebuah hotel di Kabupaten Banjar, Kamis (13/11/2025).
Berbeda dari program pencegahan korupsi sebelumnya, GEBRAK HSS tidak hanya menitikberatkan pada pengawasan administratif, tetapi berupaya menata ulang budaya integritas internal agar menjadi kebiasaan kerja yang tumbuh secara alami di seluruh perangkat daerah.
Inspektur Daerah HSS Kiki Rachmawati menjelaskan, inisiatif ini dirancang dengan pendekatan kultural dan sistemik melalui tiga pilar utama: pembentukan Agen Integritas di seluruh satuan kerja, optimalisasi pengawasan internal, dan pembangunan aplikasi pengaduan berbasis digital SAPA HSS.
Para Agen Integritas ini nantinya tidak hanya bertugas sebagai perpanjangan tangan Inspektorat, tetapi menjadi role model perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Integritas harus menjadi nilai yang dihayati, bukan sekadar dipatuhi,” tegas Kiki.
Bupati HSS, Syafrudin Noor, menilai peluncuran GEBRAK HSS sebagai respons cepat terhadap tren penurunan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK dalam tiga tahun terakhir.
Walaupun HSS masih meraih skor tertinggi se-Kalimantan Selatan, ia mengingatkan bahwa sinyal penurunan tersebut harus dijadikan alarm perbaikan.
“GEBRAK HSS adalah investasi jangka panjang. Dampaknya bukan hanya pada kenaikan skor SPI, tetapi pada pelayanan publik yang cepat, pasti, bebas pungli, dan pembangunan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Program ini berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 45 calon Agen Integritas dari seluruh perangkat daerah.
Pemkab HSS juga menargetkan pada 2026 akan membentuk Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) bersertifikasi nasional dari ACLC KPK.
Materi yang diberikan mencakup dasar antikorupsi, pembangunan zona integritas, aktualisasi integritas, hingga pelatihan public speaking untuk memperkuat kapasitas agen sebagai komunikator perubahan.
(Uck/Ang)














