Anjungan TMII Diharapkan Jadi Pengembangan & Pelestarian Budaya Banua

Anjungan TMII
Rombongan komisi IV DPRD Kalsel kunjungi TMII Jakarta

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Untuk mengembangkan dan melestarikan Budaya Asli Banua , rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bertandang ke Badan Penghubung Provinsi di Jakarta terkait Program Kerja Pengembangan Budaya Banjar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Anjungan Kalsel , belum lama tadi.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Kalsel , Drs. Akhmad Zakhrani, M.Si menjelaskan apa yang menjadi fokus Badan Penghubung berkaitan dengan kegiatan promosi seni dan budaya, khususnya kebudayaan banjar. 

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Peningkatan fasilitasi promosi dan pelestarian seni dan budaya, memfasilitasi kegiatan pameran yang berhubungan dengan seni dan budaya, melaksanakan kegiatan pergelaran seni budaya serta memberikan informasi terkait kebudayaan daerah banjar agar menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,”ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Syaifuddin berharap Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Negara yang baru nantinya, terus mempromosikan kebudayaan banjar sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kalsel.

“Tentunya ini menjadi sebuah kesempatan untuk terus melestarikan dan mempromosikan budaya sehingga sektor-sektor perekonomian di daerah ini bisa lebih berkembang,” ujar politisi partai Gerindra tersebut.

Selain itu, bagaimana pemurnian kebudayaan di Kallsel dapat dilakukan dan ini tentu memerlukan kerjasama seluruh pihak seperti para seniman, budayawan dan juga mungkin stakeholder seperti Persatuan Keluarga Banjar yang ada di seluruh dunia dan juga para pemuda yang ada dalam Persatuan Mahasiswa Kalsel (PMKS).

“Saya mengharapkan ada sebuah urun rembuk yang tentunya bisa memberikan manfaat buat Kalsel ,” kata anggota DPRD Kalsel dua periode tersebut.

Pada kesempatan itu juga hadir seorang Budayawan sekaligus Ketua dan Inisiator Wantilan Budaya Banjar Dayak Meratus M. Husni Thamrin untuk mempresentasikan Historiografi Banjar yaitu pencatatan sejarah dalam bentuk cerita seni rupa.
Historiografi itu sendiri mengangkat tokoh-tokoh penting yang ada di Kalimantan Selatan juga ciri-ciri bangunan masa lalu sampai sekarang.

“Harapan kita karena ini berupa lukisan dan seni rupa maka kita bisa memamerkan secara roadshow, sehingga masyarakat banjar akan memiliki kesempatan untuk melihat sejarah dalam bentuk lukisan,”pungkasnya.

(Yunn)

[feed_them_social cpt_id=57496]