JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), membangun 2 bendungan air untuk mengantisipasi masuknya zat asam air laut pada lahan pertanian warga.
Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil pertanian dengan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan skunder. Dua buah tabat beton pintu air itu berada di Kecamatan Anjir Muara dengan dana Rp244.265.306,00, yang selesai dibangun akhir tahun lalu.
“Tabat ada di dua titik lokasi yang berbeda, yang pertama menuju arah jalan raya pada kilometer 21, dengan penutup menggunakan pintu ulir dan balok ulin,” ungkap Kepala Dinas PUPR melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Khairur Razi, S.T., saat ditemui di kantornya, Selasa (28/02/2023).
Perbedaan lokasi terebut menurutnya sesuai dengan permintaan warga, karena sungai yang ada masih aktif dipergunakan untuk aktivitas transportasi air.
“Fungsi tabat tersebut untuk menaikkan dari pada ketinggian permukaan air ketika pasang, hingga dapat mengurangi pengaruh zat asam air laut masuk ke daerah pertanian,” tambahnya.
Khairur Razi mengarapkan dengan berfungsinya pengaturan air, pertanian di daerah tersebut akan meningkat.
“Sedangkan pada musim kemarau ketika pasang tinggi, dapat mengatur pembasahan, sehingga tidak terjadi penguapan terlalu besar, hingga kenaikan zat besi dan keasaman air dapat terkendali,” bebernya.
Sedangkan pemeliharaan dibebankan kepada organisasi di desa, baik kelompok tani maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air, seperti perawatan dan penggunaannya.
(Alibana)














