JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan Apel Kesadaran Nasional Korpri Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Apel Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025, di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Kamis (17/12).
Apel dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Ikhsan Budiman, serta dihadiri para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Dalam amanatnya, Sekdako menyampaikan bahwa Apel Kesadaran Nasional Korpri merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat komitmen, disiplin, loyalitas, dan integritas ASN yang berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK.
“Ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen, disiplin, loyalitas, dan integritas ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Ikhsan.
Ia menegaskan, seluruh elemen bangsa diingatkan bahwa bela negara bukan semata-mata tugas TNI dan Polri, melainkan kewajiban seluruh warga negara, termasuk ASN sebagai unsur utama penyelenggara pemerintahan.
“Bela negara harus dimaknai sebagai sikap mental dan karakter hidup yang menuntut setiap warga negara untuk selalu waspada, adaptif, dan siap menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa, berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” tegasnya.
Selain itu menurutnya, hal ini juga menjadi pengingat akan semangat juang bangsa Indonesia dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan dan keutuhan negara, sebagaimana tercermin dalam sejarah perjuangan nasional, sekaligus bagian dari kebijakan pembinaan kesadaran bela negara di lingkungan pemerintahan.
Ia menambahkan, bagi ASN dan anggota Korpri, bela negara harus diwujudkan melalui kinerja nyata dengan bekerja secara disiplin, patuh terhadap hukum, serta memberikan pelayanan publik yang profesional, jujur, dan berintegritas.
“Bela negara bagi ASN bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan dengan bekerja secara benar, bersih, dan bertanggung jawab. Ketika ASN menolak praktik menyimpang dan menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas, maka pada saat itulah bela negara dijalankan secara nyata,” pungkasnya.
(Hik/Ang)














