JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Konvoi yang dilakukan Arema FC usai menjuarai Piala Presiden 2024 mendapat sorotan dari warganet.
Tak sedikit yang menyatakan dukungan kepada klub sepakbola asal Malang, Jawa Timur, yang berhasil meraih kemenangan dan bersama-sama Aremania melakukan konvoi di kawasan Kota Malang, belum lama ini.
Sebagian warganet tampak berkomentar miring, mengingat belum 1000 hari pasca tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 nyawa melayang akibat kerusuhan.
Seperti yang ditulis akun @farielch.af di salah unggahan foto di akun Instagram @aremafcofficial, “Hari kemenangannya orang-orang yang berhasil membuat TRAGEDI KANJURUHAN seakan tidak ada”.
Sementara itu, sebagian lainnya menyatakan dukungan atas kebangkitan dan prestasi Arema meski belum diperbolehkan bertanding di kandangnya di Stadion Kanjuruhan untuk musim Liga 1 2022/2023.
Larangan itu sebagai bentuk hukuman dari Komisi Disiplin PSSI yang mewajibkan Arema FC bertanding di kandang baru berjarak 240 kilometer dari stadion tersebut dan tidak boleh ada penonton.
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dipilih jadi kandang sementara hingga berakhirnya Liga 1 2022/2023.
Dukungan di antaranya diberikan oleh @rmdhann_87, “PERCAYALAH MASIH ADA AREMANI DI BELAKANGMU JADI JANGAN PERNAH MERASA BERJUANG SENDIRI”.
Serta @khabibzaenal8, yang menyatakan kerindungan mereka terhadap sesi latihan dan pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan.
Informasi terbaru yang dilansir dari bolasport.com, klub Singo Edan dapat kembali bermain di Stadion Kanjuruhan, dalam waktu dekat atau di masa Liga I 2024/2025.
Dalam keterangan resminya, Arema FC menyumbangkan 13,5 persen dari hadiah Piala Presiden 2024 kepada para keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
“Agar tidak menjadi fitnah, maka masing-masing keluarga korban akan mendapatkan Rp5 juta. Kami sadar, materi tidak dapat mengganti nyawa. Namun, kami ingin berbagi kebahagiaan ini dengan para keluarga korban,” ujar General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
(Viz)














