JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dedikasi dan kerja keras para kader kesehatan Kabupaten Balangan membuahkan hasil manis. Kontingen Balangan berhasil meraih Juara Umum pada ajang bergengsi Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2025 yang digelar di Banjarmasin pada 22–24 September.
Ajang tahunan ini mempertemukan kader Posyandu terbaik dari seluruh daerah di Kalsel untuk berkompetisi dalam berbagai kategori pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Prestasi kontingen Balangan terbilang luar biasa. Dari lima lomba yang diikuti, mereka sukses membawa pulang empat gelar juara, yaitu:
1. Juara 1 Lomba Penyuluhan – membuktikan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan yang efektif kepada masyarakat.
2. Juara 1 Lomba Menyusun PMT (Pemberian Makanan Tambahan) – menonjolkan kreativitas menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak.
3. Juara 2 Lomba Mengisi KIA (Kartu Ibu dan Anak) – memperlihatkan ketelitian kader dalam pencatatan administrasi kesehatan.
4. Juara 1 Penampilan Kontingen – menegaskan kekompakan, semangat, dan presentasi tim sepanjang kegiatan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan oleh TP PKK Kabupaten Balangan, Dinas Kesehatan Balangan, serta Dinas P3APPKBPMD. Dukungan tersebut melahirkan kader Posyandu yang terampil dan berdedikasi sebagai agen kesehatan masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj. Sri Huriyati Hadi, menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini.
“Saya sangat berterima kasih atas perjuangan seluruh kader Posyandu yang telah mengharumkan nama Kabupaten Balangan. Kemenangan ini adalah sumber kebanggaan bagi masyarakat dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya sekadar piala, tetapi menjadi tolok ukur sekaligus dorongan bagi seluruh kader untuk terus memberikan layanan Posyandu terbaik.
Kemenangan Balangan di Jambore Posyandu 2025 ini semakin memantapkan posisi mereka sebagai daerah percontohan dalam penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. Ajang ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mendukung transformasi Posyandu menuju peran yang lebih luas di tengah masyarakat.














