JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah berlangsung empat hari penuh, Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi menutup Bamara Fair 2025, Selasa (30/9), di halaman eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.
Selain sebagai ajang promosi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah dan industri kecil menengah (IKM), kegiatan ini juga diinginkan terjadi perputaran ekonomi.
“Hasil yang dicapai sangat memuaskan, perputaran uang hampir Rp600 juta,” ungkap Wakil Wali Kota Hj. Ananda kepada para awak media, di sela acara penutupan.
Selain itu menurutnya, ini juga memenjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat ini menjadi bukti bahwa UMKM kita punya daya tarik, daya saing, dan potensi besar untuk terus berkembang,” tambah Ananda.
Melalui Bamara Fair ini, pihaknya juga berupaya mendukung pengendalian inflasi daerah dengan menghadirkan pasar murah.
“Selain itu, adanya partisipasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah se-Kalsel, dunia pendidikan, komunitas, hingga perbankan, menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor,” tambah Wawali.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Ichrom Muftezar menambahkan, pada gelaran ini terdapat sekitar 158 partisipan, terdiri dari 130 IKM dan UMKM, serta 20 pojok layanan.
“Ini juga sebagai wadah para UMKM kita untuk mempromosikan dan menjual produknya. Semoga ini menjadi berkah bagi mereka dan masyarakat kita,” harapnya.
Gelaran yang digagas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Disperdagin ini, juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari dinas teknis, sponsor, BUMD, komunitas, hingga masyarakat yang hadir.
(Ih/Ahmad M)














