JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) melaksanakan pertemuan Pembinaan KB Pria se-Kota Banjarmasin, di Hotel Zuri Ekspress, Rabu (22/05).
Kegiatan ini dalam rangka penguatan peran partisipasi pria dalam program KB, sebagai salah satu aspek pendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).
Pembinaan KB Pria itu dibuka Kepala DPPKBPM Drs. M Helfiannoor, M.Si., didampingi Kabid Keluarga Berencana dr. Hj Bandiyah Ma’Rifah, M.H., dan hadir sebagai narasumber adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Machli Riyadi, M.H.
Menurut Helfiannoor, pertemuan tersebut bertujuan untuk meninjau dan merevisi kembali tentang pentingnya peranan kelompok KB Pria, dalam upaya menyukseskan program Bangga Kencana.
“Sekaligus terkait dengan program nasional, terkait dengan pencegahan stunting,” ucapnya.
Kemudian ia menjelaskan, saat ini kelompok KB Pria, yaitu KB Pria Perkasa, khususnya di Kelurahan Sungai Jingah, terpilih mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Lanjutnya, salah satu indikator yang diukur, adalah ketua kelompok menyampaikan informasi kepada anggota dalam kelompok KB Pria yang mau menggunakan kontrasepsi jangka panjang yaitu vasektomi.
Ia mengatakan, minat pria ber-KB di Kota Banjarmasin secara umum sudah mencapai target yang diminta oleh pemerintah pusat, khususnya penggunaan vasektomi.
“Vasektomi itu kan memang memerlukan pendekatan yang lebih, karena menyakinkan pria bahwa mereka akan dibatasi tapi bisa dilepas,” ungkapnya.
Lebih lanjut jelasnya, target untuk pengguna vasektomi tidak sampai puluhan orang. Pengguna vasektomi ditargetkan oleh pemerintah pusat hanya tiga orang di tingkat daerah.
“Karena memang perlu pendekatan luar biasa. Pemakaian vasektomi ini di usia 50 tahun ke atas,” pungkasnya.














