JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Banjir yang melanda Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, hingga kini masih bertahan dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Genangan air merendam permukiman warga di seluruh desa dengan ketinggian yang bervariasi.
Camat Martapura Timur Sonwani Agus mengatakan, banjir telah berlangsung lebih dari dua pekan dan menyebabkan ribuan rumah warga terendam.
“Kurang lebih sudah 15 hari banjir ini terjadi, bahkan di beberapa titik lebih lama. Data terakhir mencatat sekitar 6.987 rumah terdampak, dengan jumlah warga mencapai 21.672 jiwa,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Camat menjelaskan, seluruh 20 desa di wilayahnya terdampak banjir, meski kondisi genangan berbeda-beda di setiap tempat.
“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sekitar 30 ribu jiwa, hampir 80% masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, pihak kecamatan telah menyiapkan lokasi pengungsian sejak akhir Desember 2025, tepat setelah pelaksanaan kegiatan keagamaan 5 Rajab.
“Lokasi pengungsian langsung kami siapkan dan disampaikan ke desa-desa, apabila warga membutuhkan tempat mengungsi,” kata Sonwani.
Keputusan pembukaan dapur umum dilakukan melalui rapat koordinasi pada 29 Desember 2025. Pada hari pertama, operasional dapur umum masih terbatas.
“Awalnya dapur umum baru berjalan menjelang sore, dan hanya menyiapkan sekitar 150 bungkus nasi untuk pengungsi di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Aula Kecamatan,” ungkap Sonwani.
Selanjutnya, operasional dapur umum berjalan maksimal mulai 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dengan produksi mencapai 5.000 hingga 6.000 porsi makanan per hari yang didistribusikan kepada warga terdampak.
Tahap berikutnya, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Banjar terkait pola bantuan lanjutan.
“Dapur umum selanjutnya dipusatkan di Dinas Sosial. Namun, apabila kondisi memburuk dan warga harus mengungsi, kami tetap siap menampung,” pungkasnya.
(Dyt/Ahmad M)














