Bank Kalsel Jangkau Ribuan Warga, Gencarkan Literasi Keuangan Dukung Program OJK

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), inisiatif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di seluruh Indonesia.

Sepanjang Semester I tahun 2025, Bank Kalsel telah menggelar serangkaian kegiatan edukatif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata peran aktif lembaga keuangan daerah dalam memperluas pemahaman publik terhadap layanan keuangan formal.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah, menyampaikan bahwa program ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

“Kami berupaya agar literasi keuangan tidak berhenti di ruang kelas atau seminar saja, tetapi benar-benar menjangkau keseharian masyarakat. Dengan GENCARKAN, kami ingin membekali pelajar, pelaku UMKM, nelayan, hingga masyarakat umum dengan pemahaman yang cukup agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan tidak terjerumus pada praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal atau judi online,” ujar Firmansyah dalam keterangan pers, Senin (21/7/2025).

Selama periode Januari hingga Juni 2025, Bank Kalsel telah menyelenggarakan 95 kegiatan edukasi. Dari jumlah tersebut, 60 kegiatan dilakukan secara tatap muka dan melibatkan sebanyak 16.625 peserta, sementara 35 kampanye lainnya dilakukan melalui platform digital yang berhasil menjangkau hingga 171.074 penonton.

Materi edukasi mencakup berbagai topik penting, seperti pengelolaan keuangan pribadi, bahaya penipuan digital dan social engineering, pentingnya menabung sejak dini, akses pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pemanfaatan layanan keuangan digital seperti Laku Pandai dan QRIS.

Kegiatan ini digelar secara merata di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan juga menjangkau wilayah DKI Jakarta. Segmen sasarannya mencakup pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, profesional, hingga kelompok nelayan.

Dari total 95 kegiatan, 72 di antaranya dikemas dalam pendekatan konvensional dan 23 lainnya dengan pendekatan syariah, disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masyarakat setempat.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Bulan Literasi Keuangan yang rutin diselenggarakan setiap bulan Mei. Momen ini menjadi bentuk kolaborasi antara OJK, pelaku industri keuangan, serta para pemangku kepentingan daerah dalam memperluas edukasi dan akses terhadap layanan keuangan formal.

(Sumber : Bank Kalsel/Ian)