Bank Kalsel–Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi, Dorong Konsolidasi BPR untuk UMKM Pedesaan

Foto Bersama, Sekdaprov Kalsel, M. Syafruddin, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, Kepala Biro Ekonomi dan Jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Se-Kalsel, (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bank Kalsel, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor keuangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema Konsolidasi BPR Milik Pemerintah Daerah se-Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang digelar di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (20/1/2025), ini menghadirkan para pemangku kepentingan sektor keuangan dan pemerintahan guna mendorong penguatan kapasitas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) agar lebih kuat, efisien, dan inklusif.

[feed_them_social cpt_id=59908]

FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala OJK Kalimantan Selatan, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalsel, serta jajaran pejabat pemerintah kabupaten se-Kalimantan Selatan yang memiliki BPR di wilayahnya.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas transformasi kelembagaan, penguatan tata kelola, serta penyusunan skema konsolidasi BPR yang tepat. Langkah ini dinilai penting agar BPR mampu menjawab dinamika kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pedesaan.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalsel, menyampaikan dorongan kuat pemerintah provinsi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM pedesaan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal.

“Pemerintah provinsi memandang penting peran lembaga keuangan daerah, termasuk BPR dan Bank Kalsel, dalam meningkatkan inklusi keuangan serta memfasilitasi UMKM agar naik kelas melalui pembiayaan yang lebih mudah diakses,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan bahwa konsolidasi BPR bukan sekadar proses merger atau penggabungan semata, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi kelembagaan dan layanan keuangan yang inklusif.

“Konsolidasi BPR merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola, permodalan, dan kapasitas layanan. Dengan skala yang lebih besar dan struktur yang lebih kuat, BPR akan semakin mampu mendukung pembiayaan produktif UMKM serta memperluas inklusi keuangan, khususnya di wilayah pedesaan,” ujar Fachrudin dalam siaran pers, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, Bank Kalsel siap menjadi mitra strategis dalam proses konsolidasi tersebut melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan pengembangan model bisnis yang adaptif terhadap era digital.

Melalui forum ini, Bank Kalsel bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem keuangan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, regulator, dan seluruh BPR milik Pemda se-Kalimantan Selatan dalam mendukung pertumbuhan UMKM, menjaga stabilitas keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Sumber : Bank Kalsel)

[feed_them_social cpt_id=57496]