Bupati Batola Luncurkan Program Revitalisasi Bulin Tertawa

Program Revitalisasi Bulin Tertawa

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Bupati Barito Kuala (Batola) Hj. Noormiliyani A.S. meluncurkan Program Revitalisasi Bulin Tertawa (Ibu Bersalin Terdata Pulang Membawa Akta).

Upaya menghidupkan dan menyempurnakan kembali program yang pernah lahir tahun 2015 ini, dilakukan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batola Hj. Azizah Sri Widari, sehubungan Proyek Perubahan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) II yang ia usung.

“Revitalisasi Program Bulin Tertawa ini merupakan program inovasi kami sebagai peserta Diklatpim Tingkat II, yang mana program ini kami pilih sesuai prioritas, yang salah satunya adalah dasar kekuatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Peluncuran program ini turut dihadiri Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jakuinudin, satuan kerja perangkat daerah terkait, dan 17 camat se-Batola, yang menyaksikan penandatanganan pernyataan dukungan dari Bupati Hj. Noormiliyani A.S. dan Sekda H. Zulkipli Yadi Noor.

Aksi ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola guna terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia, yang salah satunya mengenai pelayanan kehamilan, persalinan, dan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah kepada masyarakat, yang dilaksanakan di setiap jenjang pemerintahan termasuk di level desa.

“Menindaklanjuti SK Bupati Barito Kuala Nomor 188.45/490/KUM/2021 tentang Revitalisasi Program Bulin Tertawa, maka dilaunching Revitalisasi Program Bulin Tertawa yang merupakan salah satu program prioritas Pemkab Batola,” sebut bupati.

Ia menjelaskan, program ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bersalin, serta untuk mendapatkan kelengkapan administrasi di desa termasuk kelengkapan KTP, kartu keluarga, dan jaminan kesehatan yang diperlukan dalam pelayanan kesehatan di tingkat lanjutan (rumah sakit).

Bupati melanjutkan, program ini juga bertujuan agar bayi baru lahir bisa mendapatkan pelayanan administrasi (akta kelahiran) dengan mudah dan menjadikan masyarakat Batola tertib administrasi.

Noormiliyani mengharapkan, program ini nantinya dapat menjadi program pendukung dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penurunan angka stunting.

Mantan Ketua DPRD Kalsel ini menyatakan, Program Bulin Tertawa berkaitan erat dengan Program Permata Bunda (Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dan Anak Balita) yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Ia menyatakan, kedua program ini akan lebih sempurna jika dikolaborasikan bersama, mengingat di dalamnya terdapat program pemenuhan kartu identitas anak (KIA), sehingga untuk ibu yang melahirkan terdata dan anaknya diberikan KIA dari umur 0–16 tahun 11 bulan.

Sebelumnya, Kadinkes Batola Hj. Azizah Sri Widari dalam laporannya mengatakan, Program Bulin Tertawa ini sama dengan Program Bulin Tertawa yang lahir 2015 lalu, hanya caranya yang direvitalisasi.

“Kalau dahulu mungkin pelaksanaannya secara konvensional melibatkan berbagai sektor, namun sekarang dengan digitalisasi, yang di dalamnya terdapat inovasi pengetahuan dasar terkait ibu hamil, pendaftaran akta kelahiran melalui aplikasi Taruma Terbit (Daftar di Rumah Dokumen Terbit) dari Disdukcapil,” paparnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, sebutnya, Program Bulin Tertawa ini juga mencakup Program Permata Bunda yang dapat dilihat dalam Program Bulin Tertawa.

Di samping itu, lanjutnya, juga ada program lainnya yang akan dimasukkan, seperti Program Si Berkat untuk mengajak calon pengantin supaya bisa sehat ketika hamil.

“Jadi, Program Bulin Tertawa secara digitalisasi ini lebih komprehensif, yang diantaranya mencakup upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, upaya meningkatkan cakupan akta kelahiran bayi baru lahir yang sekaligus mendukung program Kabupaten Layak Anak, sehingga sekali jalan mencakup berbagai program yang bisa kita dukung,” paparnya.

(Alibana/AhmadMT)