JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama Kementerian Pertanian, melaksanakan Gerakan Tanam Serentak dalam rangka program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026, berlangsung di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana, Kamis (12/3/2026).
Hal ini menjadi bagian dari langkah strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, jajaran Forkopimcam Mandastana, Kepala Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat setempat.
Kabupaten Barito Kuala menargetkan optimalisasi lahan sawah seluas 1.696 hektare pada tahun 2025/2026. Melalui program Optimasi Lahan (Oplah) Rawa, Desa Puntik Dalam menjadi salah satu titik penting dalam pencapaian target tersebut.
Sebelumnya, lahan di wilayah ini telah melalui tahap uji coba model Demonstration Farming (Demfarm) dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Dengan penggunaan varietas padi unggul, produktivitas lahan diproyeksikan mampu mencapai sekitar enam ton per hektare.
Dalam arahannya secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Barito Kuala, memiliki lahan pertanian terluas di antara 13 kabupaten/kota di Kalsel. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami siap berdiskusi dan membantu demi kemajuan pertanian di daerah agar dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari TNI. Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi menyatakan kesiapan personelnya untuk mendampingi para petani di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas pangan daerah, termasuk melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara optimal.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal.
Gerakan tanam serentak ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam mendukung visi Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional.
Dengan langkah tersebut, Barito Kuala optimistis dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia di masa mendatang.
(Adv/Diskominfo














