Cuaca Tak Halangi Langkah, SBRunners Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Lari dan Aksi Cinta Lingkungan

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Semangat kepedulian lingkungan komunitas SBRunners terbukti tidak surut meski dihadapkan pada tantangan cuaca. Kegiatan yang semula dijadwalkan pada 1 Januari 2026 ini akhirnya sukses digelar pada Minggu (4/1) pagi dengan mengusung tajuk “Sunday Morning Run – Tahun baRun Edition 2026”, bertempat di Oshe Coffee, Banjarmasin.

Penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca tersebut justru menjadi momentum bagi SBRunners untuk menegaskan komitmen terhadap keselamatan peserta serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengusung kategori lari 5 kilometer, kegiatan ini dikemas lebih inklusif dan mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk memulai tahun 2026 melalui aksi nyata menjaga bumi.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Captain SBRunners periode 2026–2028, Said Abdurrazak Fachruddin Noor Fachir, menegaskan bahwa perubahan jadwal merupakan bentuk adaptasi terhadap realita alam yang terjadi di awal tahun.

“Alam memberikan pesan yang sangat jelas melalui kondisi cuaca. Kami memilih beradaptasi, bukan berhenti. Sunday Morning Run edisi spesial ini menjadi bukti bahwa komitmen kami terhadap keselamatan peserta dan kepedulian lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Meski jarak lari kami ringkas menjadi 5K, esensi ‘balas budi’ kepada alam melalui aksi memungut sampah dan menanam pohon tetap menjadi jiwa kegiatan ini,” tegas Said.

Meski dikemas dalam format Sunday Morning Run, esensi utama kegiatan tetap dipertahankan melalui dua aksi simbolik. Pertama, Run & Putik Sampah, di mana para peserta menyisir rute lari sambil mengumpulkan sampah organik dan anorganik. Dari aksi tersebut, berhasil dikumpulkan total 133 kilogram sampah, sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan kota di awal tahun.

Kedua, Aksi Keberlanjutan di Rumah, yakni dengan membagikan bibit pohon kepada setiap peserta untuk ditanam di rumah masing-masing. Langkah ini menjadi simbol bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak berhenti di garis finis, melainkan harus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Oshe Coffee, Komunitas Putik Bersih, Kahf, MILLS, dan Pocari Sweat.

Kolaborasi tersebut memperkuat pesan bahwa sinergi lintas komunitas dan mitra menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan lingkungan, termasuk risiko banjir di Kalimantan Selatan.

Fachruddin turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kolaborasi. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk mendorong terciptanya gaya hidup sehat seiring dengan lingkungan yang lestari.

Melalui kegiatan ini, SBRunners berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh menjadi gaya hidup yang konsisten sepanjang tahun 2026. Olahraga pun tak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga medium membangun solidaritas dan menjaga masa depan bumi yang lebih hijau.

(JD)

[feed_them_social cpt_id=57496]