Dari Amuntai, Pidato Soekarno Bergejolak Hingga Nasional

Pidato Soekarno di Amuntai
Sumber foto: koleksi Arsip Kabupaten Hulu Sungai Utara

Bahkan di daerah Kandangan, beberapa pemberontak menghentikan sebuah truk tentara, kemudian membakarnya, tak lama sebelum kedatangan Soekarno. Kerangka truk yang hangus itu belum dapat dipindahkan ketika Soekarno lewat.

Dalam pidatonya, berulang-ulang Soekarno menekankan perlunya pemulihan keamanan dan persatuan.

Seperti di Kandangan, sang Putra Fajar mengemukakan bahwa, “membunuh dan membakari rumah maupun mengacau ketertiban jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Kecuali kita dihancurkan oleh rakyat kita sendiri, Indonesia akan hidup terus”.

Pro kontra muncul ketika isu sensitif disinggung Soekarno dalam pidatonya di Lapangan Merdeka Amuntai, 27 Januari 1953, mengenai masalah agama dan dasar ideologi negara. Menurut Van Dijk, sebagian golongan Muslim di Kalimantan Selatan menentang sikap Soekarno tentang peranan Islam dan penyebaran “marhaenisme” jelas terbukti, ketika ia tiba di Hulu Sungai. Karena dalam pidato tanpa persiapan tersebut, Soekarno melihat slogan-slogan yang dibawa massa waktu itu yang berbunyi: “Harap jelaskan: Negara Nasional atau Negara Islam?” dan “Bung Karno, apakah arti Marhaenisme?.”

Pidato SOekarno diAmuntai
Sumber foto: koleksi Arsip Kabupaten Hulu Sungai Utara

Bagian pidatonya yang terkenal itu, sempat menggusarkan kaum Muslim Indonesia, adalah mengenai pendapat Soekarno tentang negara Islam, masalah yang sejak 1945 menarik perhatian politisi muslim maupun sekuler. Soekarno mengemukakan alasan, bila negara Islam dibentuk, banyak daerah yang penduduknya bukan Islam akan memisahkan diri dari Republik. Sebagai contoh daerah Maluku, Bali, Flores, Timur, Kepulauan Kei, dan bagian-bagian Sulawesi dengan menambahkan Irian Barat mungkin tidak mau masuk Indonesia.

Dalam babon Sejarah Banjar (2003) dituliskan, pada mulanya pidato Soekarno yang disampaikan di Amuntai yang diistilahkannya sebagai sebuah pojok terpencil di Indonesia, tidak banyak menarik perhatian. Kemudian sesudah isinya diketahui lebih luas, timbul gelombang kontra.

Lanjut Halaman Berikutnya