Sejak awal 1950-an, Bung Karno memang gencar mewacanakan Pancasila dan paham kebangsaan. Hal ihwal itu dilakukannya sejak menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada 19 September 1951, atas jasanya sebagai “Pencipta Pancasila”.
Banyak hal yang patut diambil sebagai pelajaran dari pidato Soekarno, terlepas dari pro dan kontra, bahwa Indonesia satu kesatuan yang mengikat semua ideologi yang tumbuh di dalam diri jiwa bangsanya, yang tidak bisa dimusnahkan atau diabaikan.

Penulis Mansyur, S.Pd, M. Hum
Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya (LKS2B) Kalimantan.
Dosen Pendidikan Sejarah FKIP ULM.














