JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Kemajuan literasi di Provinsi Kalimantan Selatan terus diupayakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), bahkan pucuk pimpinannya tidak segan untuk langsung mengantar proposal permintaan buku kepada Perpustakaan Nasional RI.
Belum tersedianya anggaran untuk pembelian buku bagi komunitas, membuatnya merasa harus memintakan kepada pemerintah pusat, hingga permohonan hibah buku bagi 3 komunitas langsung diajukan.
Hal itu tidaklah sia-sia, permintaan pun disetujui untuk diberikan kepada Komunitas Kampung Buku Banjarmasin, Literasi Arkaliter Banjarmasin, dan Perpustakaan Terapung Satuan Polairud Polresta Banjarmasin.
Satu komunitas mendapat bantuan 1 paket buku, dengan 250 judul buku atau 500 eksemplar, dengan harga sekitar Rp35 juta.
“Alhamdulillah, kemarin saya antar dan langsung disetujui Perpusnas, walau harus naik ojek _online_ dari penginapan,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie melalui siaran persnya, Ahad (11/12/2022).
Ditambahkannya, bantuan tersebut akan dikirim melalui ekspedisi pada besok (Senin).
“Dari 3 komunitas ini kita mendapat sekitar Rp100 juta lebih, walau kita harus membayar ongkos kirim sekitar 5 juta, itu tidak jadi masalah,” bebernya.
Ia pun sangat berterima kasih kepada Perpusnas RI, atas kepeduliannya terhadap Kalsel, terlebih banyak bantuan yang diterima.
“Banyak sekali bantuan Perpusnas untuk minat baca di Kalsel, mulai dari bantuan pembangunan gedung, mobil perpustakaan, dana berbagai sosialisasi, dan lainnya. Untuk itulah kita tidak hanya mengandalkan pendanaan dari APBD,” jelasnya.
Sementara itu, kabar diterimanya permohonan tersebut disambut baik dari pengelola perpustakaan terapung, guna menambah koleksi.
“Alhamdulillah luar biasa, dengan demikian anak yang ada di bantaran sungai bisa banyak pilihan untuk bacaan, dan tentunya makin menambah minat baca anak,” pungkas Kepala Satuan Polisi Air Polresta Banjarmasin AKP Christugus Lirens.
Editor : Achmad MT














