Di Tengah Gejolak Dunia, Prabowo Tegaskan Tekad Bela Setiap Jengkal Tanah Air

Presiden Prabowo Subianto saat mengikuti Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Suparlan. (Foto : BPMI Setpres)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAWA BARAT – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia adalah tameng kemerdekaan, bukan alat agresi.

Hal itu disampaikan dalam amanatnya, pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Suparlan, Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Jawa Barat belum lama tadi.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Kepala Negara menekankan, meski Indonesia cinta damai, bangsa ini tidak akan ragu mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman mana pun.

“Bangsa Indonesia tidak suka perang. Bangsa Indonesia ingin damai. Tapi sejarah telah mengajarkan, setiap kali kita bangkit, selalu ada yang mencoba mengganggu,” ujar Presiden, dilansir pada laman sekretariat negara, Senin (11/8/2025).

Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia kerap menjadi incaran, bahkan memicu upaya adu domba. Karena itu, memperkuat pertahanan menjadi sebuah keniscayaan.

“Kita pertahankan tiap kampung, tiap lembah, tiap gunung. Daripada dijajah kembali, lebih baik kita mati,” tegasnya.

Menyoroti konflik di Eropa dan Timur Tengah, Presiden Prabowo menilai situasi tersebut menjadi pelajaran penting agar Indonesia tak lengah.

Ia menegaskan, sistem pertahanan rakyat semesta menjadi kunci, di mana seluruh rakyat terlibat dalam menjaga kedaulatan.

Kepala Negara juga mengapresiasi tokoh-tokoh yang hadir dengan seragam sebagai simbol komitmen terhadap pertahanan bangsa.

“Banyak negara mungkin merasa lebih kuat dari kita, tapi semangat bangsa pejuang ini tidak akan pernah padam,” pungkasnya.

(Ang/BPMI Satpres)

[feed_them_social cpt_id=57496]