JURNALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Jajaran Polsek Banjarmasin Selatan mengamankan 16 anak yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Jalan Rantauan Timur I, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Sabtu (15/2) malam.
Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, melalui Kanit Reskrim AKP Bejo Ershi Kresna, menjelaskan pengamanan berawal saat petugas melaksanakan patroli rutin dan menerima laporan masyarakat terkait dugaan rencana aksi gangster atau tawuran di kawasan Gang Gembira.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan belasan anak.
“Yang berhasil kami amankan ada 16 orang anak. Mereka diduga membawa senjata tajam dan balok kayu,” ujar AKP Bejo, Minggu (16/2).
Dari jumlah tersebut, tiga anak kedapatan membawa senjata tajam di tubuhnya, sementara beberapa senjata tajam lainnya diduga telah dibuang sebelum diamankan petugas.
Seluruh anak yang diamankan masih berusia di bawah umur. Mayoritas berstatus pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta dua orang santri.
“Dari 16 anak tersebut, satu orang sebelumnya pernah kami amankan. Sementara yang lainnya baru pertama kali,” katanya.
Sebagai langkah pembinaan, pihak kepolisian akan memanggil orang tua serta pihak sekolah masing-masing anak.
Mereka akan dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis selama satu bulan. Orang tua juga diminta membuat surat pernyataan agar anak tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami juga meminta pihak sekolah memberikan sanksi sebagai efek jera bagi yang bersangkutan,” tambahnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Polsek Banjarmasin Selatan akan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik yang terindikasi menjadi lokasi berkumpulnya remaja, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami petakan dan akan diawasi lebih ketat untuk meminimalisir aksi gangster,” jelasnya.
Ia turut mengimbau para orang tua di Kota Banjarmasin agar lebih memperhatikan aktivitas anak, khususnya saat keluar malam.
“Tanyakan tujuan anak ketika hendak keluar rumah dan batasi waktunya. Jika tidak ada keperluan penting, sebaiknya tetap di rumah agar terhindar dari hal-hal yang merugikan,” pungkasnya.
(Api/Ahmad M)














