JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Korban adalah Muhammad Syafe’i, warga Jalan Tunas Baru RT 66 Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang merupakan seorang Calon Legislator DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Caleg nomor urut lima daerah pemilihan Banjarmasin I (Banjarmasin Tengah) ini menjadi korban dugaan penganiyaan dengan senjata tajam, Ahad (18/2) malam.
Muhammad Syafe’i diduga diserang pria berinisial A, warga setempat, yang juga anggota tim sukses salah satu partai politik.
Informasi dihimpun, sebelum kejadian tersebut, terduga pelaku sudah cukup lama menunggu korban keluar dari rumahnya.
“Rupanya suami saya sudah ditunggu oleh pelaku dari sejak habis Magrib. Jadi, saat melihat bapak keluar, langsung diserang oleh pelaku dengan sajam. Diduga pelaku juga dalam kondisi mabuk,” ungkap Noor Zakiah (49), istri korban saat ditemui, Senin (19/2) siang.
Lebih lanjut, paparnya, terduga pelaku melakukan aksi tersebut lantaran korban mendapatkan suara lebih banyak di kawasan tersebut.
Pasalnya, informasi yang didapat, kalau terduga pelaku merupakan seorang anggota timses dari salah satu partai politik atau caleg di dapil tersebut.
“Untuk di TPS di tempat kami saja suara bapak (korban) mendapat 150-an suara, sementara orang yang didukung pelaku ini hanya 24 suara saja. Jadi, suara bapak ini lebih banyak, mungkin ini yang menjadi pemicu kejadian tersebut,” tambah Noor Zakiah.
Ia juga mengungkapkan, kalau terduga pelaku merupakan warga setempat, yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran.
Bahkan sebelumnya, memang sempat ada masalah, namun pihaknya tidak pernah meladeni.
“Jadi sebelumnya-kan bapak ini ketua RT, tapi karena mencaleg, bapak ini mengundurkan diri. Jadi, setelah bapak mundur, saya yang maju mencalonkan jadi ketua RT. Jadi diperkirakan dari situ terduga pelaku ini marah,” ungkap Noor Zakiah.
“Pelaku mendukung temannya yang juga mencalonkan jadi ketua RT. Jadi dari situ dia berusaha menggagalkan saya jadi ketua RT,” tambahnya.
Setelah kejadian tersebut, pihaknya pun langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Banjarmasin Tengah, agar diproses secara hukum.
Sementara untuk korban saat ini masih menjalani operasi di RSUD Ulin Kota Banjarmasin.
Kasus dugaan penganiayaan tersebut tengah diselidiki kepolisian.
“Benar, memang ada kejadian tersebut, dan sudah ada masuk laporan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, korban diserang dengan pisau usai membeli sembako.
“Korban diserang dengan sebilah pisau sebanyak 3 kali,” pungkas Kasat Reskrim.
(Adt)














