JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mengembangkan program pusat daur ulang dengan mengolah sampah basah menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilakukan secara rutin sejak awal tahun 2005 hingga sekarang.
Hal ini disampaikan Kepala DLH Abdi Maulana, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Khairur Razi, saat ditemui jurnalkalimantan.com, Selasa (17/6).
“Jenis sampah yang digunakan adalah sampah organik atau sampah basah, tergantung dari bahan yang tersedia,” ujarnya.
Proses pemilahan dan pengolahan sampah hingga menjadi pupuk memerlukan waktu sekitar satu bulan. Pupuk yang dihasilkan kemudian dikemas dalam karung berukuran 10 kg dan dijual Rp15.000,00 per karung.
Produk ini banyak dibeli masyarakat, khususnya para petani perkebunan yang membutuhkan pupuk murah dan berkualitas.
“Dengan adanya pengolahan pupuk ini, masyarakat sangat terbantu untuk memproduksi tanaman dengan biaya yang lebih terjangkau,” tambah Kabid.
Namun demikian, Razi mengungkapkan masih terdapat beberapa kendala, terutama dalam proses pemilahan sampah yang masih dilakukan secara manual.
“Kami berharap ke depannya tersedia alat khusus untuk memilah sampah organik, agar produksi pupuk bisa lebih cepat, lebih baik, dan sesuai harapan,” pungkasnya.
(Ali/Ahmad M)














