JRNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Rapat gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta sejumlah dinas teknis, menegaskan bahwa air Sungai Barito masih layak digunakan sebagai sumber air baku dan aman dikonsumsi masyarakat setelah melalui proses pengolahan dan dimasak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugimin, menegaskan pengujian kualitas air dilakukan berdasarkan 19 parameter kesehatan, dan seluruh hasil pemeriksaan masih berada dalam ambang batas aman.
“Saya tidak pernah menyampaikan bahwa air tidak layak minum. Air PDAM tetap bisa dikonsumsi, tentu dengan anjuran dimasak terlebih dahulu,” ujarnya dalam rapat yang digelar pada Rabu (28/1/2026).
Pernyataan tersebut diperkuat oleh pihak PDAM Batola. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium internal, tidak ditemukan parameter berbahaya yang mengindikasikan air baku Sungai Barito tidak layak diolah menjadi air bersih.
Kepala Bagian Administrasi PDAM Batola, Nazir, menjelaskan bahwa dari 13 parameter air minum, tujuh di antaranya diperiksa setiap hari. Hasilnya menunjukkan kondisi air masih memenuhi standar.
“Parameter yang agak menonjol hanya kandungan besi, namun kadarnya sangat kecil dan dapat hilang melalui proses pengolahan,” jelasnya.
Pimpinan rapat sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batola, Harmuni, menyimpulkan bahwa air Sungai Barito tidak bermasalah sebagai sumber air baku PDAM.
Ia juga menegaskan bahwa fenomena kematian ikan yang sempat terjadi tidak berkaitan langsung dengan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat.
(Ali/Ang)














