DPW PPLiPI Kalsel Gelorakan “Kebaya Goes to Unesco”

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Turut serta berpartisipasi dalam mengkampanyekan “Kebaya Goes to Unesco”, DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLiPI) Kalimantan Selatan mendorong setiap pengurus maupun anggotanya untuk mengenakan kebaya dalam setiap kegiatan, seperti kali ini lewat acara rutin bulanan di Hotel Rodhita, Sabtu (17/9/2022).

Ketua DPW PPLiPI Kalsel Hj. Diah Rivani, S.I.Kom. mengatakan, sebagai seorang perempuan sudah seharusnya peduli terhadap kebaya, yang merupakan warisan budaya berbusana dari leluhur Nusantara Indonesia.

“Artinya, kebaya inikan pakaian perempuan, sehingga kita peduli terhadap kebaya, jangan sampai diambil oleh orang lain, artinya kita meminta dan menyatakan bahwa kebaya ini memang milik kita Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan kali ini juga merupakan bentuk dukungan pihaknya, agar kebaya bisa didaftarkan ke Unesco sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

“Sebanyak mungkin orang Indonesia dengan berkebaya mendaftarkan diri ke Unesco, maka negara-negara yang tergabung di Unesco itu setidaknya akan melihat bahwa kebaya itu memang milik Indonesia,” katanya.

Bahkan lanjut Hj. Diah, pada acara-acara nasional, seperti Hari Ibu, Hari Kartini, pihaknya meminta kepada para ibu untuk memakai kebaya.

“Setidaknya kita tidak meninggalkan sama sekali, karena di zaman sekarang memakai kebaya dianggap agak susah, banyak busana yang praktis dipakai, jadi kita meminta setidaknya di event nasional hari besar menggunakan kebaya,” paparnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh perempuan yang berada di Indonesia, untuk bersama-sama mendaftarkan kebaya ke Unesco.

“Siapa lagi yang dapat mempertahankan kebaya ini kalau tidak kita sendiri rakyat Indonesia,” tandasnya.

“Demikian halnya dengan produk lokal seperti sasirangan, kita meminta kepada perajin untuk segera dipatenkan/diHAKI-kan supaya tidak diambil orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Hatimah M.H. sangat mengapresiasi kegiatan DPW PPLiPI ini.

“Pada momen apa saja, baik dalam pertemuan rutin, dapat mengangkat budaya daerah, salah satunya adalah kebaya nasional ini, yang akan kita patenkan untuk dapat diakui sebagai pakaian dari Indonesia,” katanya.

(Saprian)