JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan Jembatan Barito II, guna mendukung kelancaran arus logistik serta konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kalsel dan Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung titik rencana pembangunan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), belum lama tadi.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi III Mustaqimah, didampingi Wakil Ketua DPRD H. Kartoyo, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Robby Cahyadi menjelaskan, proyek duplikasi Jembatan Barito ini merupakan gagasan Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, Pemprov memiliki peran strategis dalam penyusunan dan peninjauan Detail Engineering Design (DED).
Robby berharap dengan keberadaan Jembatan Barito II mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama penghubung Kalsel–Kalteng, sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa.
Titik pembangunan saat ini masih dalam tahap kajian mendalam. Namun, terdapat usulan agar jembatan dibangun melintang dari Jalan Gubernur Soebardjo menuju kawasan Sakakajang/Tamban atau di sekitar Pelabuhan Trisakti.
Komisi III menilai, selain berfungsi sebagai solusi kemacetan, proyek strategis nasional ini berpotensi membuka simpul-simpul ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.
“Semoga bisa terlaksana dengan baik, sehingga apa yang menjadi cita-cita dan tujuan dari adanya proyek ini benar-benar memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat luas,” harap Anggota Komisi III H.M. Rosehan NB, di sela kunjungan tersebut.
Senada, H. Kartoyo berharap pembangunan Jembatan Barito II nantinya turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin meningkat seiring terbukanya akses dan konektivitas baru.(YUN) Achmad MT)














