Namun mantan Direktur RS Jiwa Sambang Lihum menekankan, tetap ada ancaman berbahaya, karena apabila terjadi ledakan jumlah kasus, dan pelayanan kesehatan kewalahan, orang yang tertular wabah tersebut bisa meninggal dunia jika tidak tertangani dengan baik.
“Sementara ledakan penularan berakibat terhadap positivity rate yang sangat tinggi, dan penularan tak terkendali ini bisa berakibat terhadap mutasi virus secara cepat, yang bukan tak mungkin menciptakan mutan berbahaya,” tegasnya.
Untuk itu, dr. I.B.G. Dharma Putra mengajak masyarakat agar makin disiplin menjaga protokol kesehatan.
“Termasuk menggencarkan serbuan vaksinasi dan surveillance untuk meningkatkan hasil 3T (Testing, Tracing, and Treatment, red) dan segera diisolasi,” sarannya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan Ketua Satgas COVID-19 IDI Prof. Zubairi Djoerban, tren lonjakan kasus ini menjadi pertanda Indonesia telah masuk gelombang ketiga Covid-19.
“Bagi yang mengira kita telah masuk gelombang tiga, ya kita telah ‘berhasil’ memasukinya. Kasus naik tiap hari, BOR (persentase tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit, red) dan positivity rate juga, plus klaster,” cuitnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (31/1/2022)
Reporter : Saprian
Editor : Ahmad MT














