JURNALKALIMANTAN.COM, NTB – Upaya penyelamatan terhadap seorang pendaki asal Brasil, yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Rinjani masih terus berlangsung. Proses evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan menghadapi medan ekstrem dan cuaca yang berubah drastis, menjadi tantangan utama.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., pada Selasa kemaren menyampaikan, bahwa tim SAR masih siaga penuh dan berkomitmen untuk melanjutkan misi kemanusiaan ini.
“Ini bukan sekadar operasi evakuasi biasa. Kita bicara tentang nyawa manusia di alam bebas dengan kondisi sangat ekstrem. Semua pihak bekerja keras dan penuh kehati-hatian,” ujar Kholid, dilansir pada laman resmi Humas Polri, Rabu (25/6/25).
Korban, seorang pria berusia 27 tahun asal Brasil, diketahui terjatuh di tebing sekitar Cemara Nunggal saat dalam perjalanan menuju puncak Rinjani.
Ia terpantau pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WITA menggunakan drone, dalam posisi tersangkut di tebing batu sedalam ±500 meter, namun tanpa tanda-tanda pergerakan.
Dua personel rescue telah diturunkan untuk mengecek lokasi dan mencari titik pemasangan anchor kedua, namun medan berupa dua overhang besar membuat akses sangat sulit.
“Tim harus memikirkan ulang strategi karena pemasangan anchor tidak memungkinkan. Satu-satunya cara adalah climbing, dan itu tentu sangat berisiko di tengah cuaca berkabut,” jelas Kholid.
Karena kabut tebal dan angin kencang, tim rescue akhirnya ditarik kembali demi keselamatan.
Pada hari yang sama, Kapolsek Sembalun dan Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menerima langsung perwakilan keluarga korban yang datang menanyakan perkembangan evakuasi.
Evaluasi situasi dilakukan pada pukul 14.30 WITA melalui rapat virtual bersama Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
“Pak Gubernur mendorong percepatan proses evakuasi, termasuk mempertimbangkan penggunaan helikopter. Tapi tentu tidak bisa sembarangan. Harus dipastikan spesifikasi heli memadai, minimal memiliki hoist untuk air lifting,” tambah Kholid.
Kepala Basarnas Mataram turut menegaskan bahwa penggunaan helikopter sangat tergantung pada spesifikasi teknis dan kondisi cuaca yang cepat berubah.
Hingga Senin sore, korban belum berhasil dievakuasi. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan upaya pada hari ini, dengan harapan kondisi cuaca membaik.
“Doa kami bersama korban dan keluarga. Kita akan terus berupaya sekuat tenaga demi kemanusiaan. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat NTB,” tutup Kombes Kholid.
(Humas Polri/Ang)














