Evaluasi dan Koordinasi Rutin Golkar Kalsel Pascapilkada

Supian HK
Supian HK ( kiri ), Ketua Bappilu DPD partai Golkar Kalsel

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Selatan (Kalsel), akan mengevaluasi total kinerja jajarannya, dan berkomunikasi sesering mungkin, agar para kader di daerah dapat terkoordinir dengan baik.

Evaluasi ini dilakukan, setelah melihat hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Kalsel.

“Pada pilkada tahun ini, dari target 60% secara nasional, atau 4 kepala daerah, Partai Golkar Kalsel hanya memenangkan 2 kepala daerah, sisanya gagal,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum DPD Partai Golkar Kalsel, Supian H.K., belum lama tadi, di Banjarmasin.

Dua kader Golkar yang memperoleh suara terbanyak, adalah di Kabupaten Kotabaru dan di tingkat Provinsi Kalsel.

Adapun kekalahan besar terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kader Golkar yang bertarung di wilayah tersebut, mengalami kekalahan dari lawannya yang nonpartai atau independen.

Menurutnya, tidak hanya partai Golkar saja yang mengalami kekalahan dalam mengusung kadernya, sebagian partai lain juga mengalami hal serupa, contohnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Wilayah kecamatan dan desa adalah lumbung suara pada setiap pemilihan umum, hal itulah yang lebih penting untuk dilakukan evaluasi,” tegas Supian yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel.

Dari pengamatannya, di pilkada tahun ini, jumlah golongan putih mengalami peningkatan. Menurutnya, hal ini dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya, kurangnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu, sikap acuh masyarakat, dan dugaan berkurangnya praktik politik uang.

Editor : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]