Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, Tradisi Tahunan Banjar Kembali Semarak

Wagub H. Hasnuryadi Sulaiman Saat Menabuh Rampak Kendang Menandai Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H Banjarmasin, Resmi di Buka (Foto : M. Rezky Maulidja)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, secara resmi membuka Festival Pasar Wadai Ramadan 1447 H melalui prosesi penabuhan rampak kendang di Panggung Utama Siring 0 Km Banjarmasin, Kamis (19/2/2026) sore.

Festival yang digelar Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Banjar yang selalu dinanti saat Ramadan.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, jajaran Forkopimda, Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. M. Syarifuddin, serta para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Sebanyak sekitar 200 stan menyajikan aneka wadai dan hidangan khas Banjar untuk berbuka puasa. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di area festival. Kegiatan ini berlangsung setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA sepanjang Ramadan.

Dalam sambutannya, Wagub Hasnuryadi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat Banua.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga bulan penuh berkah ini menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kepada Banua tercinta,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pasar Wadai bukan sekadar tempat jual beli makanan berbuka puasa, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Pasar Wadai adalah warisan tradisi Banua yang selalu dinanti setiap Ramadan. Di sini bukan hanya transaksi ekonomi yang terjadi, tetapi juga silaturahmi lintas agama dan golongan yang mempererat kebersamaan,” tegasnya.

Menurutnya, suasana hangat menjelang berbuka menjadi ciri khas yang memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat.

Selain menjadi simbol budaya, Pasar Wadai juga berperan besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Wagub pun mengingatkan pentingnya semangat berbagi di bulan suci.

“Bagi yang memiliki rezeki lebih, mari berbelanja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ramadan adalah bulan berbagi,” pesannya.

Ia juga menekankan kepada para pedagang agar menjaga kualitas produk yang dijual.

“Pastikan makanan yang dijual halal, sehat, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Kepercayaan masyarakat adalah yang utama,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan tahun ini.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Kalsel, Muhidin, dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta jajaran Pemprov Kalsel atas kolaborasi yang terjalin.

“Sinergi ini bukan hanya tentang siapa berbuat apa, tetapi menyatukan visi untuk menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM, memperkuat identitas budaya Banjar, serta menghadirkan ruang kolaborasi yang aman dan inklusif bagi seluruh warga,” tegasnya.

Menurutnya, Pasar Wadai Ramadan menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lintas pemerintahan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian budaya.

Acara pembukaan ditutup dengan peninjauan stan-stan kuliner oleh Wakil Gubernur bersama Ketua BKOW Kalsel untuk menyapa para pedagang sekaligus melihat langsung aneka produk UMKM yang ditawarkan kepada masyarakat.

(Sumber: Adpim)

[feed_them_social cpt_id=57496]