Firman Yusi Tekankan Integrasi Hilirisasi dan Cadangan Pangan Daerah

‎JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Upaya hilirisasi sektor peternakan dan perkebunan di Kalimantan Selatan (Kalsel) harus dibarengi dengan penguatan sistem cadangan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Anggota komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi, saat Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (12//2026).

[feed_them_social cpt_id=59908]

‎Menurutnya, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi harus mendorong nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Dengan demikian, petani dan peternak tidak hanya menjadi pemasok komoditas primer, tetapi juga bagian dari rantai industri yang memberi keuntungan lebih besar.

‎“Hilirisasi adalah kunci meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Tidak bisa terus menjual bahan baku, harus ada pengolahan dan jaminan pasar,” ujarnya.

Firman menegaskan pentingnya pembangunan gudang pangan sebagai cadangan pangan provinsi. Selain sebagai tempat penyimpanan, gudang tersebut berfungsi sebagai buffer stock untuk menjaga stabilitas harga.

‎Saat produksi melimpah dan harga turun, pemerintah dapat menyerap hasil petani dan peternak. Sebaliknya, ketika terjadi kelangkaan atau gejolak harga, stok bisa dilepas untuk menjaga kestabilan pasar.

Ia menilai integrasi hilirisasi dan cadangan pangan akan memperkuat ketahanan pangan Kalsel. Komoditas perkebunan dan peternakan perlu diarahkan pada pengolahan lanjutan agar memberi nilai tambah di daerah.

Firman juga mendorong sinergi lintas dinas serta dukungan infrastruktur seperti cold storage, rumah potong hewan standar, unit pengolahan, dan fasilitas logistik.

‎“Kita ingin dari hulu sampai hilir terintegrasi. Produksi kuat, pengolahan berkembang, distribusi lancar, dan cadangan pangan aman,” tegasnya.

Ia berharap perencanaan pembangunan ke depan berorientasi pada nilai tambah, ketahanan pangan, dan kesejahteraan pelaku usaha lokal.

‎“Hilirisasi dan gudang pangan harus menjadi bagian strategi besar pembangunan ekonomi Kalsel,” pungkasnya. (YUN)

[feed_them_social cpt_id=57496]