JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Kamis (10/7/2025) di Banjarbaru.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelaksanaan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) guna mendukung kesehatan keluarga dan menekan angka stunting di daerah.

Kepala DKP Kalsel, Rusdi Hartono, menjelaskan bahwa ikan merupakan sumber protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi ikan secara rutin sejak dini dapat mencegah stunting.
“Angka Konsumsi Ikan di Kalimantan Selatan sudah cukup tinggi, mencapai 65,75 kg/kapita/tahun pada 2024, bahkan melampaui rata-rata nasional sebesar ,58,91 kg/kapita/tahun” ujar Rusdi.
Meski demikian, Rusdi menilai angka konsumsi ikan di tingkat rumah tangga masih fluktuatif. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengedukasi masyarakat agar menjadikan makan ikan sebagai kebiasaan sehari-hari, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.
Mengikuti arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin selaku pembina dan Ketua FORIKAN Kalsel, Hj Fathul Janah, DKP Kalsel menetapkan sejumlah strategi edukasi, antara lain pemberian informasi gizi di sekolah, demo masak ikan di posyandu, sosialisasi kepada calon pengantin, serta kampanye makan ikan melalui media sosial dan komunitas.
“Mari makan ikan untuk cegah stunting, wujudkan generasi sehat dan cerdas,” ajak Rusdi.
Ditegaskan Rusdi penguatan peran FORIKAN di setiap level pemerintahan menjadi sangat strategis dan krusial.
Melalui forum ini kita berharap dapat dapat memperkuat koordinasi, menyamakan presepsi, serta merumuskan langkah-langkah konkret untuk mendorong peningkatkan konsumsi ikan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak penguatan peran FORIKAN yang lebih aktif, produktif dan berkelanjutan di seluruh Kabupaten Kota, ” pungkas Rusdi
(DKP Kalsel/Ian)














