JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengusung lirik yang menyentuh dan penggunaan kata-kata yang tidak biasa, lagu ‘Gala Bunga Matahari’ milik Sal Priadi, solois pria asal Indonesia berhasil duduki puncak Top 50 Indonesia di platform pemutaran musik, Spotify.
Diputar sebanyak 1.124.099 kali per Sabtu (27/07) siang, single yang masuk dalam album ‘Markers and Such Pens Flahsdisk’ itu mengalahkan single milik Dudy Oris, ‘Aku yang Jatuh Cinta’.
Bagi banyak orang, lagu tersebut memang punya daya tarik tersendiri karena liriknya berkisah tentang rasa rindu pada seseorang yang sudah meninggal dunia.
Nada dan irama yang mudah diikuti pun membuat lagu ‘Gala Bunga Matahari’ kerap dinyanyikan ulang.
Cerita tentang rasa rindu seseorang kepada orang terkasihnya yang sudah meninggal dunia, dibingkai apik dengan lirik yang berkisah tentang keinginan untuk berjumpa.
Dalam lagu tersebut, disebutkan jika tak apa bertemu dalam wujud bunga matahari, asalkan dapat saling bersama meski sejenak.
Melampiaskan rasa rindu dan bagaimana bangkit dari kesedihan, bercampur jadi satu dalam lagu yang juga diciptakan sendiri oleh Sal Priadi.
Uniknya, lirik dalam lagu ‘Gala Bunga Matahari’ juga dikaitkan dengan penggambaran surga dalam Al Qur’an.
Seperti pada lirik “Adakah sungai-sungai itu benar-benar dilintasi dengan air susu? Juga badanmu tak sakit-sakit lagi, kau dan orang-orang di sana muda lagi.”
Kalimat tersebut merupakan penggambaran surga yang tertulis dalam QS Muhammad ayat 15.
Kalau kalian, bagaimana kesannya setelah mendengar lagu tersebut?
(Viz)














