JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Kecamatan Martapura Timur dianugerahi potensi lahan pertanian yang cukup luas, namun ada permasalahan yang sedang dihadapi, yakni adanya gulma kayu apu yang sangat banyak, hingga berdampak terganggunya aktivitas para petani, mulai dari menanam hingga masa panen.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banjar H Saidi Mansyur didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Banjar H Nurgita Tiyas, saat menghadiri kegiatan Pengendalian Gulma Kayu Apu, sekaligus perkenalan wisata religi dan wisata mancing, di Martapura Timur, Kabupaten Banjar,kemarin.
“Ini mengganggu usaha pertanian, menaikkan biaya perawatan dan dapat menurunkan produktivitas,” ungkap Saidi.
Menurutnya, alternatif yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan kayu apu sebagai pupuk kompas yang bisa digunakan untuk memupuk tanaman, baik padi, hortikultura dan lainnya.
Untuk penanggulangan gulma tersebut Saidi Mansyur juga menyerahkan bantuan cairan pembasmi beserta alat semprotnya, yang diharap bisa dimanfaatkan petani dengan sebaik-baiknya.
Saidi Mansyur juga mengapresiasi upaya camat dan masyarakat setempat yang memperkenalkan wisata religius Kubah Pangeran Muhammad Tambak Anyar yang merupakan putera dari Sultan Adam Al Wasiqbillah. Selain itu juga wisata mancing di 4 desa yakni Desa Tambak Anyar, Tambak Anyar Ulu, Tambak Anyar Ilir dan Pamatang Baru.
“Pemerintah daerah sangat mendukung potensi wisata religius dan wisata mancing. Saya berharap Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) bisa dikembangkan maksimal, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan memajukan kegiatan UMKM di Kecamatan Martapura Timur,” pungkasnya (MC Kominfo Kab. Banjar/Fuad/Paris)














