Gubernur Kalsel Dorong Tapin Art Fest Jadi Pengungkit Ekonomi Berbasis Budaya

Sekretaris Daerah Provinsi H. M. Syarifuddin bersama Bupati Tapin dan pihak terkait membuka Tapin Art Fest 2026. (Foto : Adpim)

JURNALKALIMANTAN.COM, TAPIN – Tapin Art Fest 2026 kembali menjadi panggung promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif Kalimantan Selatan, setelah resmi dibuka di Ruang Terbuka Publik Kawasan Rantau Baru, Kabupaten Tapin, Jumat (31/7/26).

Festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut dibuka Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi H. M. Syarifuddin, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin.

Pembukaan ditandai dengan prosesi adat Batapak Mayang sebagai simbol doa agar Tapin Art Fest terus berkembang, membawa keberkahan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mengusung tema “Anggung Budaya Anjung Banua”, festival berlangsung selama enam hari, mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2026. Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari pertunjukan tari Japin, seni tradisional, permainan rakyat, bazar UMKM, kuliner khas, hingga berbagai atraksi budaya yang mengangkat identitas Kabupaten Tapin.

Sebagai salah satu dari 125 agenda unggulan dalam Karisma Event Nusantara 2026, Tapin Art Fest menjadi satu dari tiga event Kalimantan Selatan yang masuk kalender event nasional bersama Festival Bamboo Rafting dan Festival Budaya Saijaan.

Membacakan sambutan Gubernur Kalsel, Sekdaprov H. M. Syarifuddin mengatakan keberhasilan Tapin Art Fest menembus KEN membuktikan bahwa budaya dan pariwisata Kalimantan Selatan memiliki daya saing di tingkat nasional.

“Masuknya Tapin Art Fest dalam KEN membuktikan budaya dan pariwisata Banua memiliki daya saing nasional. Momentum ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, festival budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya kunjungan wisatawan yang menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga UMKM.

“Budaya yang dirawat dengan baik akan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mencintai budaya daerah dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya serta memperkuat karakter bangsa.

Sementara itu, Bupati Tapin H. Yamani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Hukum, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, para sponsor, pelaku seni, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM yang telah mendukung penyelenggaraan Tapin Art Fest hingga masuk dalam Karisma Event Nusantara.

Ia mengungkapkan Tapin Art Fest kini juga telah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai langkah memperkuat identitas festival budaya tersebut.

“Keberhasilan Tapin Art Fest merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, hingga masyarakat yang bersama-sama membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Tapin,” ujarnya.

Menurut Yamani, status sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara merupakan amanah untuk terus menghadirkan festival budaya yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada pembukaan tersebut juga dilakukan penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara 2026 dari Kementerian Pariwisata RI kepada Pemerintah Kabupaten Tapin, penghargaan kepada sponsor utama PT Bumi Rantau Energi dan PT Kalimantan Prima Persada, serta penyerahan Surat Pencatatan Hak Cipta Tapin Art Fest dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan kepada Yayasan Bilik Budaya.

Usai seremoni pembukaan, Sekdaprov Kalsel bersama rombongan meresmikan bazar UMKM melalui prosesi pemotongan pita dan meninjau stan-stan yang menampilkan produk unggulan, kerajinan, kuliner, serta hasil ekonomi kreatif pelaku usaha lokal.

(Adv/Adpim)