JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mimpi masyarakat Kalimantan Selatan memiliki jembatan penghubung antara daratan utama dengan Pulau Laut kini selangkah lebih dekat. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menyaksikan langsung penandatanganan kontrak pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/03/26).
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh kuasa Kerjasama Operasi (KSO), Bambang Asmoro dan Yusdiantoro, bersama Kepala Dinas PUPR Kalsel, Muhammad Yasin Toyib.
Proyek strategis bernilai total Rp5,9 triliun ini menggunakan skema tahun jamak (multiyears) untuk mempercepat realisasi infrastruktur yang telah lama dinantikan warga.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menginstruksikan pihak kontraktor untuk segera memulai pengerjaan fisik agar serapan anggaran berjalan optimal. Ia menargetkan jembatan sepanjang 3.750 meter tersebut dapat difungsikan sepenuhnya pada tahun 2028.
“Kelanjutan pembangunan jembatan ini adalah komitmen nyata sesuai visi-misi kami bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. Proyek ini terlaksana berkat sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemkab Tanbu dan Pemkab Kotabaru yang masing-masing berkontribusi Rp100 miliar melalui APBD setempat,” ujar Muhidin.
Selain jembatan, Gubernur juga memaparkan sejumlah proyek strategis lain dalam agenda kepemimpinannya, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pembangunan Stadion Internasional terpadu, hingga jalan poros sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan Banjarbaru ke kawasan Banua Anam.
Gubernur juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli yang hadir langsung sebagai bentuk komitmen dalam menuntaskan proyek strategis nasional ini.
Secara teknis, jembatan ini akan memiliki lebar 24 meter dengan bentang utama tipe cable stayed sepanjang 350 meter. Pendanaan pembangunan bentang tengah didukung penuh oleh Pemerintah Pusat melalui kucuran dana sebesar Rp3 triliun, yang diperkuat dengan kolaborasi APBD Provinsi dan Kabupaten.
Pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai secara bertahap sejak Januari 2026 dengan melibatkan konsorsium kontraktor besar, di antaranya PT Adhi-WSKT KSO, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan sejumlah perusahaan mitra lainnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Rakhman Taufik, serta pejabat lingkup Pemprov Kalsel.
Kehadiran jembatan ini diproyeksikan bakal merevolusi konektivitas antardaerah, memperlancar arus logistik, dan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
(Adpim/Ang)














