‎H. Kartoyo Dorong Budaya Lokal HSS Jadi Aset Wisata Bernilai Ekonomi

H. Kartoyo silaturahmi sekaligus sosialisasikan peraturan daerah di desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan

‎JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Potensi budaya lokal di Hulu Sungai Selatan dinilai belum tergarap maksimal. Hal itu mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah yang digelar Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, belum lama tadi.

‎Dalam forum yang dihadiri perwakilan 14 desa tersebut, pembahasan tidak berhenti pada materi regulasi. Warga justru menyoroti kekayaan budaya yang masih hidup, namun belum dikelola secara serius, seperti kuliner khas “Lamang” dan “Gula Habang”, serta tradisi baarakan naga di Desa Baluti/Loklua.

‎Kartoyo menilai kondisi ini menunjukkan perlunya langkah konkret, bukan sekadar pelestarian simbolik. Ia menegaskan bahwa budaya lokal harus diposisikan sebagai aset yang bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Budaya ini jangan hanya dipertahankan sebagai tradisi tahunan, tapi harus didorong menjadi daya tarik yang terkelola,” ujarnya.

‎Mengacu pada Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, ia mendorong inventarisasi budaya dilakukan secara serius, disertai pengelolaan yang terarah, termasuk penetapan jadwal kegiatan yang jelas.

‎Menurut politisi Partai Nasdem ini tanpa perencanaan dan dukungan yang terstruktur, potensi wisata berbasis budaya akan sulit berkembang dan hanya berhenti sebagai kegiatan lokal tanpa dampak ekonomi yang signifikan.

‎Kartoyo juga menekankan pentingnya peran kelompok sadar wisata agar pengembangan budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan upaya peningkatan ekonomi desa. (YUN)