Harjad ke-23 Tanah Bumbu Bakal Lebih Meriah, Kolaborasikan Expo Hingga Pesta Laut Mappanre Ritasi’e

JURNALKALIMANTAN.COM,TANAH BUMBU – Peringatan Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Tanah Bumbu ke-23 pada tahun 2026 dipastikan tampil berbeda dan lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan rangkaian kegiatan panjang yang menggabungkan aspek ekonomi, budaya, hingga hiburan rakyat selama sebulan penuh.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan bahwa agenda tahun ini tidak hanya fokus pada seremoni, tetapi juga melibatkan kolaborasi luas antara pemerintah, Dekranasda, sektor swasta, hingga masyarakat umum.

“Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan lintas sektor,” ujar Yulian dalam keterangannya, Senin (30/3/26).

Kemeriahan akan terbagi di dua titik utama. Pertama, Tanbu Expo dan Bazar UMKM yang dijadwalkan berlangsung pada 2–9 April 2026 di Lapangan Batfest (Eks Kodeco), Kecamatan Simpang Empat.

Sementara itu, upacara resmi puncak Hari Jadi akan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati, Gunung Tinggi, Batulicin.

Titik kemeriahan kedua bergeser ke Kecamatan Kusan Hilir melalui gelaran budaya tahunan Pesta Laut Mappanre Ritasi’e di Pantai Pagatan, yang berlangsung pada 12–26 April 2026.

Tahun ini, pelaksanaan Mappanre Ritasi’e dipercayakan sepenuhnya kepada Dewan Ade Ogi Tanah Bumbu. Langkah ini diambil untuk memastikan tradisi khas nelayan Bugis Pagatan tersebut tetap terjaga keasliannya namun tetap dikemas secara menarik bagi wisatawan.

Pembukaan Mappanre Ritasi’e pada 12 April akan diawali dengan karnaval budaya yang melibatkan berbagai etnis di Tanah Bumbu. Masyarakat akan disuguhkan atraksi unik seperti karnaval kanrejawa pute (kue putih), prosesi manyorong (melarung), hingga penampilan artis ibu kota.

“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh. Kami ingin melestarikan budaya agar tidak punah, sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Tanah Bumbu,” jelas Yulian.

Ia menambahkan, meski Harjad Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e merupakan dua agenda yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam memberikan hiburan dan ruang ekonomi bagi masyarakat lokal sepanjang bulan April.

(Adv/Ags)