Banjar  

Haul Datu Kalampayan Jadi Pengingat Pentingnya Adab dan Ilmu

Makam Datu Kalampaian. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM,BANJAR – Ribuan jemaah memadati kawasan Desa Dalam Pagar, Martapura, Kabupaten Banjar, pada peringatan haul ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan, Kamis (26/3/2026).

Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya penghormatan terhadap ulama, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai adab dan semangat menuntut ilmu di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, arus kedatangan jemaah terus meningkat. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan haul yang diisi dengan doa bersama, pengajian, serta refleksi atas keteladanan sang ulama dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerhati sosial Kalimantan Selatan, Yusuf Rahmadhan, menilai peringatan haul ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi keagamaan.

Menurutnya, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, tetapi juga figur penting dalam membangun tatanan sosial masyarakat Banjar melalui pendidikan dan penerapan hukum Islam.

“Keteladanan beliau dalam menuntut ilmu patut dijadikan inspirasi. Generasi muda perlu meniru semangat tersebut agar mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam tradisi keilmuan Islam, adab memiliki kedudukan yang sangat penting. Ilmu yang tinggi harus disertai etika dan tanggung jawab agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selain itu, Yusuf juga menyoroti bagaimana Datu Kalampayan mengaplikasikan ilmunya dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pembinaan keluarga hingga pembangunan fasilitas sosial, seperti sistem pengairan yang membantu aktivitas masyarakat pada masanya.

Melalui karya monumental Sabilal Muhtadin, lanjutnya, Datu Kalampayan turut memberikan pedoman dalam praktik hukum Islam yang hingga kini masih menjadi rujukan di sejumlah kalangan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, ia mengingatkan generasi muda agar tidak hanya berfokus pada kemajuan modern, tetapi juga menjaga karakter serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas Banua.

“Peringatan haul ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Banua memiliki potensi besar, baik dari sumber daya alam maupun warisan intelektual,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keteladanan Datu Kalampayan sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan ilmu dan adab yang kuat, kita bisa bersama-sama membangun Banua yang lebih bermartabat dan berdaya saing,” pungkasnya.

(Dyt/Ang)