JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Pemerintahan yang bersih dan baik, menuntut para pengelola keuangan dapat bekerja sesuai tuntutan, sehingga peningkatan kualitas dan profesionalitas aparatur bendahara pengeluaran sangatlah diperlukan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, saat membuka Diklat Bendahara Pengeluaran dan Sosialisasi Manajemen Risiko Tahun 2023, di Aula Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Martapura, Selasa (14/3/2023).
Menurutnya, semua organisasi menghadapi faktor dan pengaruh eksternal dan internal, yang menimbulkan ketidakpastian dalam pencapaian organisasi. Dampak itu berpengaruh terhadap sasaran organisasi, yang disebut risiko.
“Kemampuan dan profesionalisme yang tinggi merupakan kunci sentral dalam pengelolaan organisasi. Dengan memahami tugas dan fungsinya, dapat meminimalisir kesalahan dalam pelaksanaan tugas, sehingga terhindar dari masalah kerugian pada negara akibat melanggar hukum,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Erny Wahdini menerangkan, pelatihan dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas bendahara pengeluaran, kepala satuan kerja perangkat daerah, dan kelas pengelolaan aset.
Ia berharap dengan adanya diklat ini, peraturan-peraturan yang ada bisa diimplementasikan, agar pelaksanaan pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.
“Juga kepada ASN kita yang menjabat tidak bermasalah pada aturan yang sudah ada,” pungkas Erny.
Diklat dan sosialisasi ini digelar 13–17 Maret 2023, menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi Kalsel.














