JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Sebagai upaya percepatan penurunan stunting (pengerdilan), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) telah menetapkan program prioritas Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Anak Balita (Permata Bunda).
Program yang melibatkan pemerintahan desa dan instansi terkait ini, merupakan intervensi gizi spesifik dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil (bumil) dan balita secara langsung, yang diatur dalam Peraturan Bupati Batola Nomor 96 Tahun 2020.
Intervensi gizi spesifik yang dilakukan, terang Bupati Hj. Noormiliyani A.S., tak hanya terbatas pada pemberian makanan bumil dan balita, namun juga melalui program-program bidang kesehatan yang merupakan kegiatan rutin pelayanan dasar bidang kesehatan bagi masyarakat.
”Seperti pemberian tablet tambahan darah, imunisasi, pemberian ASI ekslusif, perilaku hidup bersih dan sehat, serta lainnya,” ucap bupati, di sela kegiatan rembuk bersama di Gedung Serba Guna Marabahan, Rabu (09/06/2021).
Ditambahkannya, selain jangka pendek dan menengah, jangka panjangnya melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan dengan program bedah kampung terintegrasi.
Pada kegiatan ini juga merumuskan dan mendapatkan masukan terkait upaya percepatan penurunan angka stunting di Batola.
Sebagai bentuk komitmen bersama, di sela acara, turut dilaksanakan penandatanganan berita acara bersama, mulai dari bupati, Ketua DPRD Batola, Dandim, Kapolres, dan Sekda. Selain itu, dilaksanakan pula deklarasi kesepakatan bersama terhadap rencana konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting, yang ditandai pembubuhan tanda tangan.
Di kesempatan rembuk stunting ini, Sekretaris Daerah Batola H. Zulkipli Yadi Noor, di hadapan para peserta dan undangan, menyampaikan paparan konvergensi pencegahan stunting. Di antaranya terkait kebijakan Pemkab Batola dalam upaya penurunan stunting, regulasi, visi misi Pemkab Batola, prioritas pembangunan, dan prioritas upaya mendukung penurunan stunting.
Selain itu, juga disampaikan tentang strategi, arah kebijakan, komitmen, program inovasi, program Permata Bunda, sasaran, pelaksana kegiatan, penerima manfaat program Permata Bunda, bedah kampung terintegrasi, dan lainnya.
Pertemuan ini diikuti semua komponen terkait, seperti pihak DPRD Batola, Badan Pendapatan Daerah Batola, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Kantor Kementerian Agama Batola, Badan Pusat Statistik Batola, serta satuan kerja perangkat daerah bersangkutan, para camat, kepala desa lokus stunting, organisasi wanita, ormas, unsur swasta, Dandim 1005/Marabahan Letkol Arm Arie Priyudono, Wakapolres Batola Kompol Suharso.
(Alibana/AhmadMT)














