JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sampah masker medis terlihat bercampur baur dengan sampah rumah tangga, yang dikhawatirkan dapat menularkan Covid-19 kepada petugas pengelola sampah.
Hal tersebut terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, di Jalan Gubernur Soebardjo, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis (02/09/2021).
Sampah yang bisa dikatakan masuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu, akibat tidak adanya pemilahan oleh warga, karena tidak menutup kemungkinan penutup mulut dan hidung tersebut ada yang digunakan pengidap virus corona.
“Memang bercampur baur dengan sampah lain, karena memang petugas kita yang angkut dari TPS ke TPA langsung ditimbun,” ungkap Marzuki, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, saat ditemui di TPA Basirih.
Padahal tegasnya, sudah ada edaran pemerintah, bahwa masyarakat harus memilah sampah masker warga yang isolasi mandiri (Isoman) dengan dibungkus plastik berwana kuning, untuk memudahkan petugas dalam hal penanganannya.
“Kita harapkan kerja sama semua pihak, termasuk pemilahan sampah oleh warga, yang isoman khususnya,” bebernya.
Selain itu menurutnya, volume sampah di Kota Seribu Sungai saat ini berkisar antara 400 hingga 500 ton per hari, yang diangkut ke TPA.














