Ini Cara Bali Pulihkan Ekonomi Melalui Pariwisata

Wisatawan mancanegara ketika selesai surfing di pantai Kuta Bali

JURNALKALIMANTAN.COM,BALI – Komisi II DPRD Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan, menyambangi dinas Pariwisata provinsi Bali dalam menopang kebijakan pemerintah pusat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),kemarin.

Kepala dinas Pariwisata Bali T.B.Pemayun, mengungkapkan beberapa langkah pesatnya peningkatan Pariwisata Bali pasca pandemi covid 19.

“Bali yang merupakan destinasi pariwisata unggulan nasional dan penyumbang 40% wisatawan mancanegara ke Indonesia ,”ujarnya.

Salah langkah yang paling efektif adalah dengan melakukan mempromosikan pariwisata Bali di indonesia dan mancanegara. Bali juga turut membantu mempromosikan pariwisata provinsi di Indonesia

“Bali sebagai Lokomotifnya pariwisata nasional, tentu menjadikan Bali mempunyai tanggung jawab untuk juga sama – sama mempromosikan daerah lain seperti salah satunya Kalimantan Selatan”, ungkap T.B. Pemayun.

Lebih lanjut T. B. Pemayun menjelaskan, Bali memiliki konsep Bali And Beyond, setelah dari Bali wisatawan mancanegara akan di tawarkan menuju kota lain seperti, Jogjakarta, Gorontalo dan setelah kunjungan ini nantinya kita akan arahkan juga ke Kalsel.

Sementara itu, Wakil Ketua komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, banyak masukan yang didapat dari Bali dan bisa di aplikasikan pada pariwisata Kalsel.

“Alhamdulillah banyak yang kita serap dari pertemuan kita dengan dinas pariwisata Bali,mudah-mudahan ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi daerah kita”, ungkapnya.

Muhammad Yani Helmi , wakil ketua komisi II DPRD Kalsel (pakai Peci) ketika kunjungan kerja ke bali

Ditambahkannya,dinas Pariwisata Kalsel tidak bisa bekerja sendiri, harus ada dukungan penuh dari masyarakat, karena dalam pariwisata, keamanan dan kenyamanan adalah hal yang utama,  tambahnya.

“Kalimantan Selatan akan terus berbenah dan mudah-mudahan akan terus jadi tujuan pariwisata, karena banyak tempat wisata-wisata baru yang akan kita buka untuk khalayak, terutama yang berbasis wisata alam, seperti pesisir pantai, laut serta pegunungan,”jelasnya.

Ini akan menjadi kerja keras kita semua, dan tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia yang kuat serta anggaran yang cukup”, tutupnya.

(Yunn)