JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintahan Desa Jambu Baru Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala (Batola), menerapkan inovasi Sistem Informasi Perencanaan Terpadu Jaringan Irigasi Rawa (Simpedu Jasira), untuk menekan lahan pertanian yang berkurang, akibat menjamurnya perumahan.
Kasi Pengembangan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola Soharto menyampaikan, program tersebut sudah disosialisasikan dengan warga, untuk pelaksanaan pengembangan jaringan perikanan, pertanian, dan perkebunan, untuk ditetapkan di tahun 2022.
“Sebagai salah satu langkah kita untuk menambah lahan pertanian, karena telah menyusut, yang sebelumnya 16 ribu hektare, sekarang tinggal 7 ribu. Cukup banyak 9 ribu hektare lahan yang sudah hilang, terlebih di wilayah Handil Bakti dan sekitarnya,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (14/12/2021).
Melalui program ini, pihaknya juga berupaya mendukung perluasan lahan, salah satunya di Kecamatan Kuripan, dengan luasan sekitar 15 ribu hektare.
Terkhusus di Desa Jambu Baru terdapat sekitar 855 hektare lahan yang akan dimanfaatkan.
“Diprogramkan pada tahun 2022, pelaksanaannya di tahun 2023, dengan membangun saluran primer, sekunder, dan tersier yang sudah direncanakan sebelumnya,” jelas Soharto.
Ditambahkannya, rencana tersebut telah disampaikan ke Balai Rawa, yang direspon positif dan disetujui untuk menambah lahan pertanian.
Sementara itu, Kepala Desa Jambu Baru Aslian Noor menyampaikan, warganya sangat menyambut baik program tersebut, karena sistem yang diterapkan berdasarkan kearifan lokal setempat.
“Semoga adanya program tersebut bisa menekan perkembangan kebun sawit, yang membuat makin menyempitkan lokasi lahan masyarakat,” sampainya melalui sambungan telepon.
Selain itu, pihaknya juga menginginkan inovasi Pemerintah Kabupaten Batola ini dapat berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, di samping kelestarian alam dan lingkungan tetap terjaga.
Alibana / Ahmad MT














