Jalan Berlubang Desa Purwodadi Tanbu Dikomentari Syaripuddin, Fawahisa Ingatkan Ini

Jalan Berlubang Desa Purwodadi
Fawahisa Mahabatan ketika ditemui beberapa waktu lalu.(Foto: Agus)

JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan asal Fraksi PDIP Muhammad Syaripuddin, menilai kepemimpinan Zairullah Azhar-Muh. Rusli kurang memedulikan kondisi ruas Jalan di Desa Purwodadi, Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

Hal itu diutarakan Anggota DPRD Kabupaten Tanbu Fawahisa Mahabatan. Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan di Purwodadi sudah dirintis Zairullah semenjak menjabat bupati periode pertama.

“Berarti saat Purwodadi mulai pengerjaan aspal, diletakkan oleh bupati pertama, yang mana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 25 tahun itu diciptakan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (20/10/2021).

Fawa menegaskan, dasar Musrenbang yang dirintis Zairullah sudah seharusnya dilanjutkan pengerjaannya oleh bupati yang menggantikan. 

“Jadi yang tepat itu, mengapa pemimpin sesudah Zairullah itu tidak memprioritaskan Jalan Purwodadi. Sekarang ketika Zairullah baru saja memimpin kembali, seolah itu kesalahannya,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/10) siang.

Fawahisa menekankan, Zairullah sudah mulai bekerja semenjak dilantik dengan turun ke desa-desa, menginventarisir masalah, dan mendengarkan langsung persoalan dari masyarakat.

“Konsep pembangunan Pak Zairullah Azhar sekarang adalah membangun desa, menata kecamatan, dan memperindah kota, itu suatu hal yang luar biasa, kami melihat inovasi beliau,” tegasnya.

Tokoh muda Tanbu ini menyayangkan komentar dari Syaripuddin, mengingat sama-sama pemangku kebijakan, seharusnya memberikan solusi, bukan malah saling menyalahkan.

Dia berpendapat residu Pilkada yang berbeda pilihan masih amat terasa dari pernyataan Syaripuddin.

Oleh karenanya, Fawa mengajak Syaripuddin segera move on, melupakan perbedaan demi masyarakat Tanbu.

“Kalau politikus masih berbicara menghubungkan segala perkara dengan pilkada, bagi saya itu politikus yang gagal paham,” kata Fawahisa.

“Mari kita mengedepankan intelektual, visi, dan saran untuk memberikan yang terbaik bagi daerah kita, karena Tanbu milik kita semua, bukan milik segelintir orang,” pungkasnya. (as)