Jelang Ramadan 1445, Wali Kota Banjarmasin dan Forkopimda Pantau Harga Pasar

Wali kota beserta jajaranya saat memantau harga sembako pada pasar tradisional

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menjelang Ramadan 1445 Hijriah, Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan tinjauan harga sembako pada sejumlah pasar dan distributor, Rabu (6/3/2024).

Dalam aksi tersebut, pihaknya mengawasi harga-harga barang kebutuhan pokok dan merencanakan strategi menghadapi potensi lonjakan harga.

[feed_them_social cpt_id=59908]

H. Ibnu Sina mengatakan, pemantauan ke pasar-pasar ini untuk memeriksa harga, stok, dan distribusi barang kebutuhan pokok. Dalam tinjauannya, ditemukan harga yang masih dalam kisaran normal, meski ada sedikit kenaikan terutama pada beberapa kebutuhan masyarakat seperti gula, bawang putih, dan daging sapi.

Kemudian, walau harga beras masih tinggi, Wali Kota memastikan, bahwa beras lokal bisa diganti dengan membeli beras pamanukan yang dapat membantu mengatasi lonjakan harga.

“Semoga tahun ini panen raya bisa berhasil, sehingga beras lokal ini bisa turun harga. Kadang kan masih tinggi, harganya Rp17 ribu atau Rp18 ribu, dan masyarakat sudah mulai beralih ke beras pamanukan dari Jawa,” ucap H. Ibnu Sina.

Ia juga menekankan, bahwa pemerintah terus berupaya mengendalikan inflasi dan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali. Apalagi pihaknya terus memantau situasi melalui Aplikasi Dedikasi BAIMAN dan melakukan operasi pasar atau pasar murah jika diperlukan, agar stok barang tetap mencukupi untuk masyarakat.

“Hingga saat ini, harga barang masih stabil, dan stok di Bulog terbilang aman dengan cadangan beras mencapai 12 ribu ton untuk dua bulan ke depan. Pemerintah Banjarmasin juga telah mengambil langkah-langkah seperti operasi pasar, pasar murah, dan memberdayakan CSR untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” jelas Wali Kota.

“Kalau untuk beras masih ada 6 ribu ton dalam perjalanan dan juga masih ada 6 ribu ton lagi. Jadi ada cadangan 12 ribu ton, itu untuk 2 bulan ke depan pun masih aman,” tambah Ibnu.

Terakhir, ia menyampaikan, bahwa meskipun terjadi kenaikan harga telur itik, stok dan suplai masih terjamin. Pihaknya menganggap kenaikan tersebut sebagai hal wajar menjelang bulan puasa, dengan meningkatnya permintaan untuk kebutuhan kue dan masakan tradisional.

“Kemudian telur itik yang utama, tadi dari Rp2.500,00 menjadi Rp3.000,00. Tapi memang ada kualitas ada harga, yang penting suplai masih ada, stok ada,” pungkas Wali Kota.

[feed_them_social cpt_id=57496]