Kajian Fiqih Thaharah Jadi Upaya Pembinaan ASN di DPRD Kalsel

Kegiatan religi di sekretariat DPRD Kalsel

‎JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya membangun aparatur yang berintegritas tidak selalu dimulai dari ruang rapat atau regulasi formal. Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memilih pendekatan pembinaan mental dan spiritual sebagai bagian dari penguatan karakter ASN melalui kajian fiqih bab thaharah.

Kegiatan yang digelar di Mushola Al-Ikhlas Sekretariat DPRD Kalsel, Senin (26/1) pagi itu, menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Drs. Muhammad, M.Ag., dan diikuti seluruh ASN serta staf Sekretariat DPRD Kalsel.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang refleksi bagi aparatur untuk menanamkan nilai-nilai dasar dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, pemahaman fiqih thaharah memiliki relevansi langsung dengan sikap kerja ASN, terutama dalam membangun budaya bersih, tertib, disiplin, dan bertanggung jawab dalam pelayanan publik.

“Thaharah bukan hanya soal bersuci untuk ibadah, tetapi juga mengajarkan keteraturan, kedisiplinan, dan kesadaran tanggung jawab. Nilai inilah yang harus melekat dalam keseharian ASN,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan karakter aparatur perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditopang oleh kemampuan administratif, tetapi juga oleh integritas moral.

Sementara itu, Drs. Muhammad, M.Ag. menjelaskan bahwa fiqih thaharah merupakan pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim karena menentukan sah atau tidaknya ibadah. Namun lebih dari itu, thaharah juga mengandung pesan tentang kebersihan hati, kejujuran, dan keikhlasan.

Menurutnya, pemahaman bersuci secara lahir dan batin menjadi penting bagi aparatur negara yang mengemban amanah publik.

“Ketika seseorang menjaga kebersihan lahir dan batin, maka kejujuran, keikhlasan, dan integritas akan tumbuh. Itu sangat relevan bagi ASN yang setiap hari bersentuhan dengan tanggung jawab dan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Melalui pembinaan spiritual ini, Sekretariat DPRD Kalsel berharap nilai-nilai keagamaan dapat terinternalisasi dalam etos kerja aparatur, sehingga tercipta lingkungan kerja yang profesional sekaligus berakhlak. (YUN)

[feed_them_social cpt_id=57496]