Kalsel Gaspol Swasembada Daging Merah!

Kepala Disbunnak Kalimantan Selatan Suparmi (tengah) memantau langsung harga daging. (Foto : Mc Kalsel)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah strategis menuju swasembada daging, khususnya daging merah, melalui program inovatif berbasis integrasi lintas sektor.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa untuk komoditas daging putih, Kalimantan Selatan telah mencapai swasembada.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Sementara untuk daging merah, pemerintah daerah kini fokus pada program pengembangan sapi yang berkelanjutan dan terintegrasi.

“Kalau untuk daging putih kita sudah swasembada. Untuk daging merah, kita fokus pada program pengembangan sapi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor perkebunan, tanaman pangan, kehutanan hingga pertambangan,” ujar Suparmi, Senin (23/2/2026).

Program ini merupakan pengembangan lanjutan dari skema integrasi kelapa sawit dan sapi yang sebelumnya telah berjalan. Melalui pendekatan tersebut, pengembangan peternakan sapi tidak berdiri sendiri, melainkan dikolaborasikan dengan berbagai sektor untuk membangun ekosistem produksi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, Disbunnak Kalsel mengedepankan pola kemitraan strategis dengan perusahaan perkebunan, industri kehutanan, hingga sektor pertambangan.
Tanaman pakan ternak menjadi bagian vital guna menjamin ketersediaan pakan secara berkelanjutan, sementara sektor kehutanan berperan dalam penyediaan lahan potensial.

Tak hanya itu, sektor pertambangan turut dilibatkan melalui pemanfaatan lahan eks reklamasi tambang untuk pengembangan peternakan sapi. Dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) produktif dari perusahaan tambang juga diarahkan untuk mendorong peningkatan populasi sapi di Banua.

“Pertambangan kita dorong memanfaatkan lahan eks reklamasi dan CSR produktifnya untuk mendukung peningkatan populasi sapi. Ini bagian dari upaya bersama memperkuat produksi daging merah,” jelasnya.

Program terintegrasi ini telah mulai berjalan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan duplikasi dan perluasan program ke berbagai kabupaten/kota serta sektor industri lainnya agar dampaknya semakin luas dan signifikan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis target swasembada daging merah dapat tercapai secara bertahap.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak dan memperkokoh fondasi ekonomi sektor peternakan di Banua.

(Adv/MC Kalsel)

[feed_them_social cpt_id=57496]