JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pada pertengahan Juni ini, Perpustakaan Anak Palnam kembali kedatangan ratusan pemustaka cilik, hingga memenuhi ruang perpustakaan, yang datang dari anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 23 Banjarmasin.
Kedatangan 100 murid beserta 7 guru tersebut langsung disambut petugas, untuk menikmati layanan yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan.
Usai diajak mengikuti layanan panggung gembira, rombongan dipersilakan memanfaatkan berbagai fasilitas, seperti ruang membaca dengan aneka permainan, baik di dalam maupun luar ruangan.
“Layanan ini hampir setiap harinya ramai, seperti hari ini meluber ke berbagai pojok,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie, melalui siaran persnya, Selasa (13/6/23).
Ditambahkannya, kedatangan mereka berawal dari inisiatif salah satu guru menghubungi dirinya melalui media sosial, hingga langsung direspons dan dipersilakan.
“Iya, melalui pesan langsung di Facebook. Mereka mengutarakan bahwa ingin berkunjung ke _Kid’s Library_ Palnam membawa anak didiknya. Pada kesempatan tersebut saya menyambut baik rencana kunjungan anak ini,” tambahnya.
Ia pun menjelaskan, perpustakaan anak tidak hanya sebagai sarana kegiatan membaca saja, namun juga sebagai sarana edukasi.
“Kita ajak anak-anak untuk gembira seperti baris berbaris, gerak dan lagu, dongeng, story telling, dan senam sehat, serta tidak ketinggalan senam otak untuk melatih konsentrasi anak,” tambahnya.
Selain itu, Bunda Nunung (sapaan akrab Kepala Dispersip Kalsel) mengatakan, bahwa sebagian besar stafnya sudah mengantongi sertifikat profesi yang dinyatakan kompeten di bidangnya masing-masing.
Sementara itu, Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23 Banjarmasin Rakhmaniah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya dan terima kasih atas layanan yang maksimal.
“Pelayanan di sini sangat memuaskan, sangat ramah, anak-anak sangat antusias, begitu juga seluruh orang tua murid yang juga kami libatkan untuk mendampingi dalam kunjungan ini, agar para orang tua mengetahui bagaimana anak-anak mengenal literasi awal, melalui kegiatan membaca, menulis, dan berhitung,” pungkasnya.
(Ih/Achmad MT)














