Kepastian Serangan Omicron Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Omicorn di Banjarmasin
Ilustrasi | Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjarmasin dalam 2 minggu ini mencapai 800 lebih, yang dianggap menjadi indikasi telah masuknya varian Omicron.

Hal itu setidaknya disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Machli Riyadi, saat ditemui di lobi Balai Kota, Senin (07/02/2022).

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Memang berdasarkan kajian analisis dari kurva penularan, indikasinya ke arah sana, tetapi kita belum dapat memastikan itu, karena hasil laboratorium yang telah dikirim belum ada konfirmasi,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Kalsel, yang telah mengirim 17 sampel ke Jakarta.

“Dua jam yang lalu saya telah kontak dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan memang belum ada konfirmasi Omicron atau tidak, makanya kita belum bisa memastikan,” ungkapnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Banjarmasin ini juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan memperketat protokol kesehatan dan menuntaskan program vaksinasi.

“Seperti yang diinstruksikan Presiden dan ditegaskan Wali Kota Banjarmasin tadi, kita harus membangun kekebalan kelompok, makanya warga harus menuntaskan vaksinnya. Bagi yang baru satu, harus segera bervaksin ke-2, hingga keb3,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan data terakhir Dinkes hingga kemarin sore, terdapat 828 kasus aktif Covid-19 di Banjarmasin, dengan kondisi yang melakukan isolasi mendiri sebanyak 778 orang dan 50 orang dirawat di rumah sakit.

Reporter : Ahmad Ihsan
Editor     : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]